Kamis, 9 April 2026

Persib Bandung

Beli Tiket Persib Bandung Tak Lagi Bisa Barengan, Viking Mengeluh

Humas Viking Persib Club (VPC), Hendri Darmawan mengaku, pihaknya cukup banyak menerima keluhan dari para pengurus dan anggota dari berbagai distrik V

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
persib.co.id
Tiket pertandingan Persib vs RANS Nusantara pun sudah mulai dijual, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mekanisme aturan baru penjualan tiket pertandingan kandang yang diterapkan Persib Bandung, untuk laga perdana di kompetisi Liga 1 musim 2023/2024, melawan Madura United di Stadion GBLA Kota Bandung, dikeluhkan para bobotoh.

Bobotoh menilai bahwa mekanisme baru tersebut, merugikan dan menghambat keinginan bobotoh untuk memberikan dukungan langsung bagi para punggawa tim Pangeran Biru.

Humas Viking Persib Club (VPC), Hendri Darmawan mengaku, pihaknya menerima banyak keluhan dari para pengurus dan anggota dari berbagai distrik VPC.

"Sampai barusan, masih banyak teman-teman distrik yang mengeluh soal sulitnya membeli tiket untuk laga hari Minggu nanti. Dari teman-teman distrik menganggap perubahan sistem ini terlalu mendadak, karena sistem sebelumnya baru saja benar-benar lancar pas paruh musim kedua liga kemarin, sekarang sudah diubah lagi, jadi  harus ada penyesuaian lagi," ujarnya melalui telepon, Jumat (30/6).

Hendri menuturkan, dari keluhan yang disampaikan oleh para anggota distrik, dirinya telah berkomunikasi dengan manajemen Persib, untuk dapat menunda penerapan sistem baru tersebut.

Apalagi pemutihan data keanggotaan VPC, terakhir dilakukan pada tahun 2019 lalu. 

Tempat penukaran tiket pertandingan Persib Bandung melawan Barito Putera di Sekolah Staf & Komando Angkatan Darat (Seskoad), Jumat (16/9/2022). Tribunjabar.id / Adi Ramadhan Pratama.
Tempat penukaran tiket pertandingan Persib Bandung melawan Barito Putera di Sekolah Staf & Komando Angkatan Darat (Seskoad), Jumat (16/9/2022). Tribunjabar.id / Adi Ramadhan Pratama. (Adi Ramadhan Pratama/tribunjabar)

"Data anggota Viking belum kita update lagi, sehingga kita belum bisa kasih data ke PT. Persib (Persib Bandung Bermartabat). Maka dari itu, kita minta waktu setengah musim ini atau sampai liga musim depan lah baru bisa diterapkan," ucapnya.

Hendri menuturkan, para pengurus dan anggota distrik, khususnya di daerah turut mempertanyakan, bahwa dengan penerapan sistem baru tersebut, dikhawatirkan akan mematikan fungsi distrik untuk mengakomodir pembelian tiket secara kolektif atau komunitas.

Sebab, dengan sistem baru tersebut membuat pembelian tiket harus secara mandiri atau perorangan.

Baca juga: Termasuk Nick Kuipers, 6 Pemain Persib Bandung Ini Tak Muncul di Laman Resmi Liga 1, Resmi Dicoret?

"Mereka mempertanyakan kalau seperti ini terus, fungsi distrik-distrik di daerah ini akan bagaimana, karena pembelian tiketnya harus masing-masing," ujarnya.

"Belum lagi di daerah, kalau Persib mau main, pasti akan dilakukan pendataan oleh pihak kepolisian berapa banyak anggota distrik yang akan berangkat ke stadion, berapa yang pakai roda dua, roda empat, dan juga bus. Kalau masing-masing seperti ini kan kita juga susah untuk memberikan data ke kepolisian," tambahnya.

Padahal, lanjutnya, tujuan utama dari koordinasi ini kan menjadi bahan bagi pihak keamanan, untuk merencanakan sistem pengamanan yang akan diterapkan.

Disinggung terkait sulitnya mendapatkan tiket, berpeluang untuk adanya aksi boikot pertandingan lawan Madura United.

Menurutnya, berdasarkan arahan dari Ketua Umum VPC, untuk dapat mengikuti sistem yang telah diterapkan manajemen saat ini.

Bahkan, seluruh anggota VPC diminta untuk dapat menyukseskan pertandingan perdana tersebut dengan baik.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved