Minggu, 26 April 2026

Aiptu Kasdullah, SOSOK di Balik Sekolah Gratis SMK Pembangunan di Tukdana Indramayu

Kini di sekolah itu, ada sekitar 600 siswa yang belajar di sana, mereka bahkan bisa belajar tanpa memikirkan soal biaya alias gratis.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ravianto
handhika rahman/tribun jabar
Aiptu Kasdulah saat melihat para siswa ketika praktek belajar di SMK Pembangunan Tukdana Indramayu, Jumat (3/3/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Aiptu Kasdulah menjadi sosok di balik bangunan megah SMK Pembangunan KecamatanTukdana Indramayu.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Jatitujuh-Jatibarang di Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu itu adalah hasil dari jerih payahnya selama menyisihkan gaji.

Bertugas sebagai Kanit Intel Polsek Tukdana, Aiptu Kasdulah rupanya punya cita-cita mulia untuk mencerdaskan anak-anak yang berada di perbatasan Indramayu dengan Kabupaten Majalengka tersebut.

Aiptu Kasdulah saat melihat para siswa ketika praktek belajar di SMK Pembangunan Tukdana Indramayu, Jumat (3/3/2023).
Aiptu Kasdulah saat melihat para siswa ketika praktek belajar di SMK Pembangunan Tukdana Indramayu, Jumat (3/3/2023). (handhika rahman/tribun jabar)

Kini di sekolah itu, ada sekitar 600 siswa yang belajar di sana, mereka bahkan bisa belajar tanpa memikirkan soal biaya alias gratis.

Aiptu Kasdulah menceritakan, SMK Pembangunan Tukdana ini sudah ia rintis sejak tahun 2010 lalu.

Sejak 13 tahun lalu, ia rutin menyisihkan gajinya sebagai seorang polisi demi bisa memberikan pendidikan gratis bagi siswa-siswi yang ada di wilayah setempat.

Aiptu Kasdulah menjadi sosok di balik bangunan megah SMK Pembangunan Tukdana Indramayu, hasil dari jerih payahnya selama menyisihkan gaji.
Aiptu Kasdulah menjadi sosok di balik bangunan megah SMK Pembangunan Tukdana Indramayu, hasil dari jerih payahnya selama menyisihkan gaji. (TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN)

Sebelum berdirinya SMK Pembangunan Tukdana, di wilayah setempat jarang ada anak yang melanjutkan ke jenjang SLTA, apalagi ke perguruan tinggi.

Faktor biaya menjadi kendala orang tua siswa untuk menyekolahkan anak mereka.

"Suka dukanya banyak sekali dalam mendirikan sekolah ini. Karena dari awal untuk operasional saya menggunakan uang pribadi yang saya sisihkan dari gaji," ujar Aiptu Kasdulah kepada Tribuncirebon.com, Jumat (30/6/2023).

SMK Pembangunan Tukdana sendiri sebelum menduduki gedung megah seperti sekarang, sempat menumpang dahulu ke bangunan SDN Kerticala 3 yang sekarang menjadi SDN Kerticala 1.

Saat itu, ia bersama guru, serta dibantu donatur terus berupaya bagaimana agar pendidikan di SMK Pembangunan Tukdana bisa terus berjalan.

Secara bertahap, SMK Pembangunan Tukdana mulai diakui oleh pemerintah hingga akhirnya bisa ikut mendapatkan berbagai bantuan.

Secara bertahap, SMK Pembangunan Tukdana yang awalnya menumpang akhirnya bisa memiliki gedung sekolah sendiri.

Satu per satu bangunan kelas juga ikut dibangun untuk menunjang kegiatan belajar, termasuk fasilitas ruang lainnya sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa.

Seperti bengkel beserta perlengkapan yang terbaru, ruang laboratorium, dan masih banyak lagi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved