Senin, 13 April 2026

Perangkat Pertandingan Liga Indonesia Terindikasi Curang, Terancam Sanksi Berat

Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menemukan indikasi adanya kecurangan yang dilakukan perangkat pertandingan di Liga Indonesia.

Editor: Hermawan Aksan
deni denaswara/tribun jabar
Foto ilustrasi: Penyerang Persib Bandung David da Silva dikepung pemain Persikabo 1973 di laga terakhir Liga 1 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (15/3/2023). Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menemukan indikasi adanya kecurangan yang dilakukan perangkat pertandingan di Liga Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menemukan indikasi adanya kecurangan yang dilakukan perangkat pertandingan di Liga Indonesia.

Temuan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Gedung Rupatama Mabes Polri, pada Senin (26/6/2023).

Sigit mengatakan temuan tersebut ditemukan Satgas Antimafia Bola usai dibentuk pada Maret 2023.

"Kita temukan, sekali lagi kita temukan adanya indikasi pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan oleh perangkat pertandingan," ujar Listyo.

Namun Sigit tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal kecurangan yang dimaksud.

Termasuk juga soal siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam kecurangan tersebut.

"Saya tidak perlu sebutkan perangkat pertandingan itu siapa. Namun, dalam waktu dekat, Satgas Antimafia bola melakukan pendalaman dan penyelidikan sesuai dengan data-data yang kami temukan," katanya.

Kapolri menegaskan apa yang dilakukan pihaknya ini adalah guna membantu agar kompetisi sepak bola Indonesia bersih dari pelaku pengatur skor sehingga akan muncul para pesepakbola berkualitas di kemudian hari.

Menurutnya Satgas Antimafia Bola terus bekerja. Tak hanya di Liga 1, Liga 2 dan liga 3 musim 2023/2024 juga tak luput dari pantauan Satgas Antimafia Bola.

Sigit berharap melalui pembentukan Satgas Antimafia Bola tersebut ke depannya tidak ada lagi ditemukan aksi-aksi pengaturan skor atau match fixing dalam kompetisi sepak bola.

"Sekali lagi ini komitmen Polri dengan membentuk Satgas Antimafia Bola ingin mengawal agar kompetisi liga baik 1,2,3 akan menghasilkan kompetisi yang fair, berkualitas dan menghasilkan atlet yang berprestasi dan siap maju di laga nasional maupun internasional," katanya.

Nantinya mereka yang benar-benar terbukti melakukan pelanggaran atau kecurangan pengaturan skor akan mendapatkan sanksi pidana dari pihak kepolisian.

"Jadi kalau bisa kami dapatkan kami akan proses dan tentunya kalau di Kepolisian prosesnya pasti pidana untuk di PSSI tentu punya proses tersendiri."

"Jadi nanti data-data tersebut hasil dari kami juga akan kami laporkan ke PSSI untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ketum PSSI Erick Thohir menegaskan para pelaku pengaturan skor, siapa pun itu, akan disanksi larangan berpartisipasi di sepak bola Indonesia seumur hidup.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved