Sabtu, 11 April 2026

Kemendikbud Hadirkan Program Rekapreneur Lewat Kedaireka Untuk Memacu Ide-ide Inovasi Terbaik

Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada Kemendikbud melalui Kedaireka kembali menghadirkan program Rekapreneur sebagai bagian dari ekosist

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud, melalui Kedaireka kembali menghadirkan program RekaPreneur sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka yang diadakan di Mercure Bandung City Centre, Bandung, Selasa(20/6/2023) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kedaireka kembali menghadirkan program Rekapreneur sebagai bagian dari ekosistem Kedaireka, di Mercure Bandung City Centre, Selasa (20/6/2023).

Rekapreneur ini menghadirkan pemateri dari jajaran akademisi, praktisi, hingga para calon penerima manfaat program innovation fund Kedaireka.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek RI, Prof Nizam menyampaikan bahwa Rekapreneur sebagai bagian dari ekosistem Kedaireka yang diharapkan menjadi ajang untuk menginspirasi dan mengobarkan semangat insan perguruan tinggi serta mitra industri di seluruh Indonesia supaya berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Kami memperkenalkan program Innovation Fund dengan segala kemudahannya baik secara administrasi maupun proses seleksi yang diharapkan mampu meningkatkan peluang-peluang terjadinya kolaborasi inovasi," kata Nizam.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Buka Peluang Unpad Kirimkan Mahasiswanya Belajar di Perguruan Tinggi di Arab

"Saya harap program ini bisa memacu insan hadirnya ide-ide inovasi terbaik dan memperkuat rasa saling percaya antarperguruan tinggi dan dunia industri," ujarnya.

Rekapreneur kali ini mengangkat tema memperkuat kolaborasi dengan Innovation Fund.

Sesi ini diisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, Kepala LLDIKTI wilayah IV yang diwakili Analis Pelaksanaan Akademik dan Kemahasiswaan, Agus Gumilar.

Serta tim substansi, guru besar tetap Fakultas Peternakan dalam Bidang Fisiologi Nutrisi IPB University, Prof Dewi Apri Astuti.

Kemudian perwakilan dari PT Pertamina (Persero), Senior Vice President, Research & Technology, Oki Muraza dan Analyst Innovation Strategy and Portfolio, Chrystian Afiko Irlando Sianturi.

Perusahaan yang berencana bergabung dalam program Innovation Fund, yaitu PT Unilever Indonesia, Adaro Group, PT. Polowijo Gosari Group, dan Pertamina.

Baca juga: Kerja Sama Aspikom Jabar dengan Perguruan Tinggi Terkemuka di Thailand, Buka Peluang Lebih Luas

Ketua Tim PMO Kedaireka, Mahir Bayasut menjelaskan bahwa Innovation Fund akan hadir sepanjang tahun dengan beragam topik business case dari berbagai mitra industri.

Menurutnya, program ini akan banyak peluang kolaborasi inovasi dengan ragam fokus topik yang dapat diikuti oleh insan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

"Keuntungan lainnya bagi dosen dari program Innovation Fund ini secara administrasi dan seleksi akan lebih ringkas," kata dia.

"Karena, kami tidak ingin memakan waktu banyak dan pelaksanaan ini 100 persen pendanaan dari industri (DUDI), sehingga mekanismenya akan berbeda," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved