Sosok Fajri Pria Berbobot 300 Kg di Tangerang Dievakuasi Pakai Forklift, Ini Penyebab Obesitasnya

Media sosial tengah dihebohkan oleh sosok Fajri pria di Tangerang yang memiliki bobot 300 kg.

Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Detik-detik evakuasi Muhammad Fajri ke RSCM 

TRIBUNJABAR.ID - Media sosial tengah dihebohkan oleh sosok Fajri pria di Tangerang yang memiliki bobot 300 kg.

Sebelumnya, video saat Fajri tengah dievakuasi beredar di media sosial.

Fajri pria berbobot 300 kg itu diangkat oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Tangerang.

Baca juga: Fajri Pria Tangerang Berbobot 300 Kg Itu Akhirnya Dirujuk ke RSCM

Kepala UPT BPBD Ciledug, Mulyadi mengatakan bahwa BPBD dimintai tolong oleh warga untuk mengevakuasi Fajri dan dibawa berobat ke salahs atu rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

"Kita mendapat laporan dari warga kemudian langsung melakukan evakuasi, ternyata saat sampai ke lokasi jalan ke rumah pria tersebut sempit dan beban tubuhnya pun terlalu besar," ujar Mulyadi, dikutip dari Tribun Jateng.

Ia menambahkan,petugas kesulitan untuk mengevakuasi Fajri yang berbobot 300 kg dari tempat tidurnya.

Diketahui, untuk mengangkut pria bertubuh besar itu ke mobil butuh waktu dua jam lebih.

"Awalnya yang angkat pria tersebut adalah para petugas, tapi ternyata enggak keangkat," kata dia.

"Butuh waktu 2 jam, karena kita nyari alat buat bongkar pintu dan forklift untuk bongkar pintunya agar bisa lewat."

"Mengangkatnya juga menggunakan forklift untuk dinaikkan ke mobil losbak dan dievakuasi langsung ke RSUD Kota Tangerang," ujarnya.

Adapun alasan menggunakan forklift untuk mengevakuasi Fajri karena pertimbangan bertanya.

Mulyadi tidak bisa mengunkapkan kondisi kesehatan Muhammad Fajri selama menderita obesitas.

Hal itu lantaran bukan kewenangannya.

"Untuk medisnya pihak dinas kesehatan yang berwenang, kami hanya melakukan evakuasi saja," ucapnya.

Kini, Fajri dipindahkan dari RSUD Kota Tangerang ke Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Ini mungkin penanganan kami yang terakhir. Karena dari RSUD Kota Tangerang diarahkan ke RSCM," ujar Kabid kedaruatan BPBD Kota Tangerang Gufron Falfeli ditayangan Kompas TV, Sabtu (10/6/2023).

Gufron menyebut pihaknya sempat mengalami kendala dalam proses pemindahan Fajri.

Menurutnya, tidak ada pilihan armada selain truk untuk mengantarkan Fajri ke RSCM.

"Ada kendala karena Fajri punya kelebihan berat badan dan kami siapkan forklift dan armada yang memungkinkan untuk evakuasi, ya truk," ujar Gufron.

Pihaknya berharap dengan dirujuk warga Pendurenan, Karang Tengah, kota Tangerang itu ke RSCM, Fajri pulih dan sehat, serta mampu beraktivitas kembali.

"Kami BPBD kota Tangerang membantu evakuasi. Jadi memang sempat kerepotan karena ada kelebihan berat badan," ujar Gufron.

Sosok Fajri

Muhammad Fajri diketahui berusia 27 yang tinggal di Pendurenan, karang Tengah, Tangerang.

Fajri baru menempati rumah tersebut selama dua tahun terakhir bersama dengan satu orang keluarganya.

Berdasarkan keterangan warga, Fajri telah mengalami obesitas sejak berusia 11 tahun.

Melansir Wartakota, Pria berbobot 300 kg bernama Fajri tersebut dievakuasi BPBD Tangerang menggunakan forklif, Kamis (8/6/2023).

Diketahui, Pria obesitas itu berat badannya naik drastis selama 8 bulan, yakni dari 120 kg menjadi 280 kg.

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah /RSUD Kota Tangerang Taty Damayanty, berat badan Fajri mulai meningkat selama delapan bulan karena tirah baring di rumah.

"Sebelum delapan bulan itu dia (MF) obesitas berat badannya sampai 120 kg.

Terjadi peningkatan itu di delapan bulan belakangan, dari 120 kg sampai naik 280 kg," ucap Taty, Sabtu (10/6/2023).

Saat berada di RSUD Tangerang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, Taty mengabarkan bahwa kondisi Fajri dalam keadaan sadar penuh dan bisa komunikasi dua arah.

Namun, lanjut Taty, secara pergerakan sangat terbatas, hanya bisa duduk dan disanggah.

Sedangkan kakinya, hanya sebelah kiri yang bisa bergerak, karena kaki kanannya dalam kondisi luka akibat pernah kecelakaan.

“Secara psikis, kondisi Fajri juga dalam pantauan dokter psikiater. Tapi Fajri dan Ibu Fajri dalam kondisi yang proaktif. Di mana sebelumnya, sedikit keberatan untuk dirujuk ke RSCM. Namun, sekarang setelah diberi pemahaman, Fajri dan orang tua bersedia dirujuk. RSUD Kota Tangerang pun tengah memprosesnya,” ucapnya seperti dikutip dari Antara.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Hanya Bisa Berbaring 8 Bulan, Pria Obesitas di Tangerang Meningkat Beratnya 160 Kg'.

Selain itu, Taty mengatakan, tirah baring yang dilakukan Fajri juga menyebabkan luka di kaki kanannya menjadi infeksi.

Meski demikian, Taty mengatakan, hasil laboratorium terhadap kondisi luka di kaki Fajri menunjukkan hasil yang bagus.

Sebab, ia tak mengidap diabetes.

"Hasil lab-nya bagus, normal, tidak ada (diabetes) dilihat dari hasil pemeriksaan lab.

Tapi, memang masih ada keluhan-keluhan yang agak nyeri di kakinya," kata Taty.

Lebih lanjut, Taty mengungkap penyebab Fajri mengidap obesitas.

Menurut dia, kasus obesitas Fajri disebabkan kalori dalam tubuh yang terlalu banyak, sedangkan pasien bersangkutan tak melakukan aktivitas saat tirah baring.

Dengan begitu, kalori di dalam tubuh Fajri akhirnya menjadi lemak.

Lantas, apa itu sebenarnya tirah baring?

Melansir dari Alodokter, Tirah baring dalam istilah kedokteran adalah perawatan kedokteran yang membutuhkan berbaringnya pasien di tempat tidur untuk jangka waktu yang berkesinambungan dan tidak melakukan tindakan diluar dari berbaring.

Biasanya dilakukan pada kondisi medis tertentu yang mengalami sakit parah, sekarat atau memerlukan berbaring untuk menghindari komplikasi penyakit / kondisi tertentu yang lebih buruk.

Tirah baring biasanya diperuntukan untuk pasien yang mendapatkan perawatan di rumah atau di rumah sakit jika tidak memungkinkan perawatan di rumah.

Baca artikel Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved