Perundungan Anak SMP di Bandung
Bagaimana Nasib Bocah SMP yang Keroyok Teman di Cicendo Bandung? Polisi Bakal Lakukan Gelar Perkara
Dalam perkara ini, kata dia, polisi mengendepankan prinsip ultimum remedium. Sebab, pelaku dan korban dalam kasus ini masih anak-anak.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi belum meningkatkan status belasan bocah pelaku perundungan yang melakukan pengeroyokan di Cicendo, Kota Bandung.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Agah Sonjaya mengatakan, saat ini pihaknya baru akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status para pelaku.
"Status, sebentar lagi kita akan gelar (perkara) ke tingkat sidik," ujar Agah Sanjaya, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/6/2023).
Dalam perkara ini, kata dia, pihaknya mengendepankan prinsip ultimum remedium. Sebab, pelaku dan korban dalam kasus ini masih anak-anak.
"Kalau kita merunut kepada undang-undang sistem peradilan anak, kita harus mengutamakan ultimum remedium bahwa hukum upaya terakhir," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan pekerja sosial profesional dan badan pemasyarakatan (bapas) untuk diminta pendapat dan rekomendasinya dalam kasus ini.
"Nanti akan seperti apa, akan kita melibatkan pekerja sosial profesional, melibatkan Bapas. Kita minta rekomendasi seperti apa nanti. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan saksi dan lainnya," katanya.
Terkait dengan upaya perdamaian, Agah mengaku belum ada pembahasan ke arah tersebut. Saat ini, para pelaku dikembalikan sementara kepada orang tua mereka.
"Pelaku di bawah umur, jadi dikembalikan sementara kepada orang tua mereka," ucapnya.
Baca juga: Kasus Pengeroyokan Anak SMP di Cicendo Bandung, Polisi Pastikan Akan Memproses
Sebelumnya, korban pengeroyokan di Cicendo resmi melaporkan para pelaku yang berjumlah 11 anak ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim, Polrestabes Bandung, Jumat (9/6/2023).
Laporan tersebut dibuat oleh orang tua korban didampingi kuasa hukumnya Boyke Luthfiana Syahrir.
"Jadi hari ini, terjadi laporan dari kedua orang tua korban yang mana kedua orang tua korban ini merasa tidak menerima saat ini, atas tindakan yang dilakukan oleh kawan-kawan sebayanya," ujar Boyke Luthfiana Syahrir, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (9/6/2023).
Menurutnya, laporan tersebut dibuat agar memberikan efek jera kepada para pelaku. Sebab, antara pelaku dan korban sempat dimediasi namun para pelaku kembali melakukan pengeroyokan kepada korban.
"Kejadian pertama itu Jumat 2 Juni 2023, sudah dimediasi tapi dihari selanjutnya terjadi pemukulan lagi terhadap korban," katanya.
Adapun motif para bocah melakukan pengeroyokan ini, diduga karena saling ejek antara pelaku dan korban.
Baca juga: Dua Bocah di Cicendo Dikeroyok Teman-temannya, Pegiat Literasi Ayah Soroti Kualitas Pola Asuh Anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bocah-smp-dipukuli-di-cicendo.jpg)