Cegah Penyakit Lato-Lato, 2.000 Sapi di Kota Bandung Divaksin Gratis, Hewan Sehat Warga Nyaman
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menjelang Idul Adha melakukan berbagai cara melindungi hewan kurban dari berbagai penyakit.
Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menjelang Idul Adha melakukan berbagai cara melindungi hewan kurban dari berbagai penyakit.
Upaya DKPP dalam tiga hari ini memberikan vaksin untuk mencegah penyakit kulit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang dikenal sebagai penyakit lato-lato.
"Kami menerjunkan tim, selama tiga hari sudah seribu ekor divaksin LSD dari target 2.000 ekor, agar tidak terkena cacar atau lebih dikenal lato-lato walau di Bandung belum ditemukan," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, saat vaksin sapi di Cibiru, Selasa (6/6/2023).
Menùrut Willy, penyakit lato-lato di kalangan peternak mulai menyebar luas, terutama di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, bahkan sudah masuk Jabar.
LSD atau lato-lato merupakan penyakit yang menyerang sapi dan kerbau akibat infeksi virus. Gejala yang terserang virus LSD sangat bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat.
Gejala khusus LSD adalah munculnya nodul-nodul pada kulit hewan.
Nodul atau bintil-bintil ini tampak menonjol dengan diameter 2 hingga 5 cm, berbatas jelas, dan tersebar di daerah leher, punggung, perineum, ekor, tungkai, serta organ genital.
Nodul akan nekrosis dan meninggalkan luka yang dalam. Selain gejala pada kulit, tanda-tanda lainnya hewan menunjukkan kepincangan, kekurusan, dan khusus untuk sapi perah, akan terjadi penghentian produksi susu.
Willy mengatakan, pihaknya kini memiliki program Laman hati (layanan manajemen kesehatan hewan terintegrasi).
Proses vaksinasi bagian dari Laman hati untuk mencegah hewan terjangkit penyakit, kemudian mengedukasi masyarakat tentang manajemen kesehatan hewan, pendataan dan kesehatan lalu lintas hewan.
Menùrut Willy sebelumnya, vaksin dilakukan hanya spontan tanpa ada pendataan, kini ada Laman hati, sebelum vaksin sudah terdata hewan yang akan divaksin atau penyakit yang diderita hewan ternak atau hewan peliharaan.
Pemberian vaksin LSD merupakan upaya DKPP untuk memberikan rasa nyaman kepada warga Kota Bandung yang akan melaksanakan ibadah kurban.
Willy mengatakan, sebagai tahap awal, pihaknya memvaksin hewan di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung, seperti daerah Cilengkrang.
"Peternak sapi di Cibiru cukup banyak, tapi dokter hewan terbatas, satu dokter hanya mampu vaksin 200 sampai 300 ekor per hari," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seekor-sapi-sedang-diberi-vaksin-di-Cibiru-Kota-Bandung-Selasa-662023.jpg)