Senin, 20 April 2026

Penuh Haru, Ini Surat Mendiang Eril saat SD untuk Atalia Praratya dan Ridwan Kamil, Minta Dimaafkan

Atalia Praratya menemukan surat dari mendiang putranya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) untuknya dan Ridwan Kamil yang ditulis saat kelas 6 SD.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Instagram @ataliapr
Atalia Praratya menemukan surat dari mendiang putranya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) untuknya dan Ridwan Kamil yang ditulis saat kelas 6 SD. 

TRIBUNJABAR.ID - Atalia Praratya menemukan surat dari mendiang putranya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) untuknya dan Ridwan Kamil yang ditulis saat kelas 6 SD.

Sebagaimana diketahui Eril meninggal dunia di Bern, Swiss pada 26 Mei 2022 lalu.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga khususnya Atalia Praratya dan Ridwan Kamil.

Baru-baru ini, Atalia Praratya menemukan surat dari Eril yang ditulis saat kelas 6 SD.

Bahkan surat tersebut ditemukan masih dalam keadaan tersegel ketika Atalia sedang merapikan berkas.

Atalia pun heran mengapa surat itu tidak diberikannya saat Eril selesai menulisnya.

"Saya tidak tahu mengapa surat itu tidak diberikan kepada saya, padahal surat itu ditujukan untuk orang tua pada saat Eril kelas 6 SD," tutur Atalia Praratya dikutip dari Instagram @ataliapr pada Senin (29/5/2023).

Baca juga: Pengakuan Ibu Cinta Atalia Praratya soal Alasan Resmi Mendaftar sebagai Bacaleg Partai Golkar

Perempuan yang akrab disapa Bu Cinta ini pun mengaku tak kuasa menahan tangis ketika membaca surat dari putra suu

"Saya pun tak kuasa menahan air mata saat membacanya," kata Atalia Praratya.

Atalia menganggap bahwa surat tersebut seperti sedang menunggu waktu yang tepat untuk sampai di tangannya.

"Surat itu seperti menunggu waktu yang tepat untuk ditemukan," pungkasnya.

Berikut isi surat yang ditulis Eril untuk Atalia Praratya dan Ridwan Kamil.

"Mah, Pah, maafkan saya jika saya memiliki kesalahan. Mohon dimaafkan karena jika di akhirat Mamah dan Papah belum memaafkan saya, saya pasti akan menjadi orang yang celaka dan masuk ke neraka Allah.

Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Mamah dan Papah. Jika prestasi belum cukup, akan berusaha lagi. Mamah, Papah, terima kasih atas kepedulian dan kasih sayang darimu. Jika aku sudah tidak ada aku ingin Ibu tetap tabah dan sabar atas cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

Mah, Pah, jika aku melakukan dosa yang begitu besar sehingga menyakitimu, mohon dimaafkan. Karena, setelah meninggal, taubatku tidak akan diterima. Hanya engkaulah dan Allah lah yang bisa menyelamatkanku.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved