Jonathan Khemdee Bek Thailand yang Kontroversial Kabarnya Akan Main di Indonesia
Persija maupun Ratchaburi FC belum mengeluarkan rilis resmi terkait kabar laga persahabatan tersebut.
Khemdee menjelaskan alasan detail terkait sikapnya tersebut.
"Untuk alasan pribadi, saya ingin fokus pada liga dan klub. saya ingin melakukan pekerjaan yang baik ketika saya datang untuk bermain di tim nasional Thailand," jelas Khemdee.
"Gairah saya 100 persen, semua orang tahu bahwa sayan ingin memenangkan setiap pertandingan."
"Saya ingin membuat penggemar sepak bola senang, tetapi itu membuat saya kehilangan fokus karena ketika bermain bersama timnas, saya harus fokus di sini," terangnya lagi.
"Saya berharap bisa kembali. Setiap kali saya bermain di lapangan, saya bangga dengan tim nasional Thailand. Entah itu kalah atau menang, saya bangga dengan tim ini," pungkas Khemdee.
Menanggapi sikap Jonathan Khemdee, pelatih Thailand Issara Sritaro mengaku ucapan anak asuhnya tersebut kemungkinan tidaklah serius.
Issara Sritaro juga membantah bila Jonathan Khemdee akan pensiun setelah laga lawan Indonesia.
"Jonathan Khemdee tidak mungkin berhenti bermain untuk timnas Thailand," ujar Issara Sritaro dilansir BolaSport.com dari Thairath.
"Itu (postingan) hanya untuk memotivasi rekan satu tim," tambahnya.
Selain ucapannya yang berniat pensiun dari timnas Thailand, Jonathan Khemdee juga menuai sorotan soal aksinya melempar boneka dan medali perak SEA Games ke arah penonton.
Ya, Khemdee terciduk melempar boneka SEA Games dan medali perak yang ia terima dari panitia.
Momen tersebut terekam dan diunggah akun TikTok @greenmatchaa24.
Aksinya membuat geram warganet Kamboja.
Aksi Khemdee mengambil boneka dan medali perak-pun dinilai sangat kasar.
"Saya tidak tahu siapa anda. Tapi tindakan anda sangat kasar. Harap hormati kami sebagai tuan rumah," tulis akun tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bek-Timnas-Thailand-U-22-Jonathan-Khemdee-2.jpg)