Lakukan Konsolidasi, Relawan Jokowi-Ganjar Pranowo Mapping Isu Kampanye dan Sikapi Berita Hoax
Menghadapi eskalasi pemilihan presiden 2024, relawan Jokowi dan Ganjar Pranowo melakukan konsolidasi untuk mengamankan kemenangan Ganjar Pranowo.
TRIBUNJABAR.ID - Menghadapi eskalasi Pemilihan Presiden 2024, relawan Jokowi dan Ganjar Pranowo melakukan konsolidasi untuk mengamankan kemenangan Ganjar Pranowo, Minggu (14/5/2023).
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Barikade 98 dan penggagas acara konsolidasi relawan Jokowi dan Ganjar Pranowo, Budi Hermansyah.
Dalam konsolidasi bertajuk 'Jokowi for Ganjar, Urun Rembuk Relawan' yang digelar di kawasan Surapati, Budi Hermansyah menyebutkan konsoidasi itu dihadiri puluhan relawan Jokowi yang mengamankan kemenangan Jokowi pada pilpres 2019 dan relawan Ganjar Pranowo yang baru dideklarasikan.
Budi mengatakan bahwa meski kedua kubu relawan ini bersatu, namun pihaknya tidak berniat meleburkan kedua kubu relawan menjadi satu. Alasannya, ia ingin entitas relawan Jokowi tetap dan kini disatukan denan entitas relawan Ganjar Pranowo.
"Yang jelas kami ingin kedua entitas ini sama-sama berjuang, bergerak sama-sama memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 satu kali putaran," ujar Budi.
Budi menyebutkan bahwa penggabungan dua relawan besar Jokowi dan Ganjar Pranowo akan membuat pihaknya merasa semakin optimistis bisa merebut target kemenangan.
Budi menyebutkan pada Pilpres 2019 dimana Jokowi yang diusung PDIP mampu meraih 42 persen suara di Jabar, membuat pihaknya semakin optimistis bahwa dengan sosok Ganjar Pranowo, angka itu akan bertambah besar.
"Karena pada relawan yang baru muncul saat ini banyak sekali amunisi atau merupakan sumberdaya-sumberdaya baru yang kemarin bukan merupakan tim atau relawan kemenangan Jokowi. Mereka benar-benar pure yang tadinya mereka ada dimana , kini berinisiatif gabung memenangkan Pak Ganjar," ujarnya.
Sikapi Hoax dengan langkah hukum
Dalam kesempatan itu, Budi Hermansyah juga menegaskan bahwa pihaknya akan menyikapi berita hoax-hoax terkait Ganjar Pranowo dengan langkah hukum.
Budi menyebutkan selama ini ada tiga isu branding hoax yang saat ini ramai diviralkan, baik terkait pernyataan Ganjar Pranowo yang spontan di sebuah acara podcast yakni terkai video atau film porno, terkait keterlibatan di E-KTP, serta yang terakhir tudingan Ganjar Pranowo menindas rakyat miskin di daerah Wadas.
"Tiga tuduhan ini bagi kami adalah sebuah tuduhan atau framing hoax yang luar biasa kejam, apalagi dilakukan oleh teman-teman alumni di akademisi karena mereka melakukan tuduhan yang tidak berdasar pada data dan fakta yang menjadi sebuah fitnah berdasarkan kebencian," ujar Budi.
Dengan menjamurnya hoax-hoax yang menurutnya tidak berdasar ini, Budi Hermansyah menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah hukum terhadap siapa saja yang menyebarkan tuduhan, fitnah atau apapun yang bersifat hoax, agar ada efek jera di kemudian hari.
"Kami tidak mau hal-hal yang tidak berdasar data dan fakta dijadikan sebuah framing hoax," katanya. (*)