Banjir Dayeuhkolot Berdampak pada 10 Ribu Jiwa, Pagi hingga Siang Surut tapi Sore sampai Malam Naik
Menurut Kepala Desa Dayeuhkolot, Yayan Setiana, dari 14 RW yang ada di Desa Dayeuhkolot, 12 RW terendam banjir.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, terendam banjir, sejak Kamis (4/5/2023) hingga sekarang korbannya mencapai 10 ribu orang lebih.
Menurut Kepala Desa Dayeuhkolot, Yayan Setiana, dari 14 RW yang ada di Desa Dayeuhkolot, 12 RW terendam banjir.
"Asalnya 11 RW yang terendam banjir, tapi hari sabtu tambah satu RW yang terendam banjir. Jadi yang tak terendam banjir hanya RW 7 dan 8," kata Yayan, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/5/2023).
Banjir yang terjadi kata Yayan, naik turun, pagi hingga siang menurun, namun sore hingga malam banjir naik lagi tergantung curah hujan di hulu Sungai Citarum dan wilayah Kota Bandung.
"Paling banyak warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing, yang mengungsi ada 12 kepala keluarga, sebanyak 27 jiwa," kata Yayan.
Menurut Yayan, tinggi muka air (TMA) banjir yang merendam desanya, di titik terdalam mencapai 1,5 meter.
"Yang terdampak, sekitar 3500 KK, 10 ribu jiwa," kata Yayan.
Jumlah tersebut, kata Yayan, hanya yang terdampak di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, belum ditambah korban yang ada di Desa Citereup, Kecamatan Dayeuhkolot.
Menurut Yayan, untuk bantuan bagi pengungsi sudah ada, mulai dari BPBD, Dinsos, dan lainnya.
"Tapi untuk bantuan yang bertahan dirumahnya belum ada karena banyak, yang baru hada hanya 240 bingkisan jadi belum cukup," tuturnya.
Yayan menjelaskan, banjir yang terjadi, di Dayeuhkolot, pertama memang ada luapan dari Sungai Citarum, yang mengakubatkan banjir di Dusun 2 atau Daerah Kaum.
"Itu tepatnya dari pintu air, selokan yang ke sungai Citarum Limpas, jadi ketinggian banjir tergantung TMA Sungai Citarum," katanya
Sedangkan banjir di Dusun 1, yakni di wilayah Kampung Bojongasih, Yayan menjelaskan, itu terjadi akibat luapan Sungai Cipalasari karena pompa dan folder yang ada tak mampu menampung air yang datang dari Kota Bandung.
"Sekarang ada 4 pompa di dua folder ditambah 3 pompa jadi ada 7 pompa," ujar di.
Tapi, kata Yayan, pompa dan folder yang ada sekarang masih belum bisa menanggulangi atau menampung dan mengalirkan air yang datang dari Sungai Cipalasari ke Sungai Citarum.
"Sehingga meluap, dan merendam permukiman warga," ucapnya.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-banjir-di-Desa-Citeureup-Kecamatan-Dayeuhkolot-Selasa-952023.jpg)