Breaking News
Senin, 13 April 2026

Beri Keleluasaan Napi Jalani Ibadah Selama Ramadan, Lapas Banceuy Sediakan Kamar Santri

Abdul Latif pun nampak tidak merasa kesulitan saat diminta untuk menyambung ayat Al Qur'an yang sudah dibacakan ustaz saat tadarus.

Istimewa
Abdul Latif Warga Binaan Pemasyarakatan (Tengah) bersama Kepala Lapas Banceuy Heri Kusrita, berfoto bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lantunan ayat suci Al Quran terdengar lirih, saat dibacakan Abdul Latif, di Masjid Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Sabtu (15/4/2023).

Sesekali, Abdul Latif terlihat memejamkan mata, sambil melafalkan ayat suci Al Quran dengan fasih.

Abdul Latif pun nampak tidak merasa kesulitan saat diminta untuk menyambung ayat Al Qur'an yang sudah dibacakan ustaz saat tadarus.

Abdul Latif merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme yang menjalani hukuman enam tahun penjara.

Selama Ramadan 1444 Hijriah ini, Abdul Latif mendapat kesempatan masuk program Kamar Santri yang diadakan Lapas Banceuy.

Penghuni Kamar Santri ini diberikan keleluasaan untuk menjalani ibadah, mulai dari tadarus Al-Qur'an hingga melaksanakan salat sunnah tarawih.

Sejak mendapat kesempatan masuk Kamar Santri, Abdul Latif mengaku sudah bertadarus Al-Quran hingga juz 9.

"Khusus Ramadan, kamar santri dikasih kesempatan untuk tarawih setiap malam, sementara kamar yang lain digilir. Sebelum magrib biasanya ada tadarus seperti ini, alhamdulillah kita coba mulai rutinkan," ujar Abdul.

Selama Ramadan, setiap pagi Abdul Latif bersama penghuni Kamar Santri lainnya pun diwajibkan untuk ikut pengajian.

Selain menjadi salah satu penghuni Kamar Santri, Abdul Latif juga merupakan juara 1 lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kategori 10 Juz Putra, mewakili Lapas Banceuy dalam perlombaan yang digelar Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.

"Di akhir Maret kemarin ikut perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran cabang 10 juz, Alhamdulillah kami mendapatkan juara 1 tingkat Kanwil Jabar. Kami mewakili Lapas Banceuy,” katanya.

Dalam perlombaan itu, Abdul Latif harus melawan para narapidana lain dari lapas lain di Jabar.

"Jadi sistem lombanya itu sambung ayat. 10 juz itu diacak, ada 7 juri yang menanyakan, lalu kami disuruh menyambung ayat," ucapnya.

Sebelum menjalani hukuman, Abdul Latif mengaku pernah mengenyam kuliah S1 di Madinah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved