Kamis, 30 April 2026

Kultum Ramadhan

Kultum Ramadhan, A Badru Rifa’i: Puasa Ramadhan Capai Kedamaian Batin

PUASA atau shaum berasal dari kata shama-yashumu-shaiman yang berarti menahan diri dari sesuatu, berhenti, diam, atau berada di suatu tempat.

Tayang:
Editor: Kisdiantoro
Istimewa
A. Badru Rifa’i, Dosen KPI IAI Persis Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Umat Islam diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan.

Mereka adalah orang-orang beriman dengan syarat syari dengan harapan menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWT.

Berikut adalah materi kultum Ramadhan 2023 ditulis oleh A. Badru Rifa’i, dengan judul Puasa Ramadhan, Perintah untuk “Tidak Melakukan”.

Bahan atau materi kultum Ramadhan ini juga bisa digunakan untuk Anda yang bertugas mengisi kultum sebelum salat Tarawih atau setelah salat Subuh.

Kultum Ramadhan

Puasa Ramadhan, Perintah untuk “Tidak Melakukan”

Oleh A. Badru Rifa’i

Dosen KPI  IAI Persis Bandung

PUASA atau shaum berasal dari kata shama-yashumu-shaiman yang berarti menahan diri dari sesuatu, berhenti, diam, atau berada di suatu tempat.

Menurut al-Asfahani, asal shaum ialah berhenti berbicara. Shaum menurut syariat adalah “menahan secara, yakni menahan dari makan, minum, nikah (bersenggama), dan lain-lain sesuai dengan cara yang disyariatkan” (Subul as-Salam, II:150)

Puasa Ramadan adalah salah satu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada setiap muslim sebagai bagian dari rukun Islam.

Ibadah puasa Ramadan dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri mulai dari fajar hingga terbenam matahari. Tujuan utama dari ibadah ini adalah untuk bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memperkuat hubungan spiritual antara hamba dan Sang Pencipta.

Puasa Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk merenungi diri dan mengevaluasi kehidupan kita (intropeksi), sehingga kita dapat memperbaiki diri dan semakin dekat dengan Allah SWT.

Puasa Ramadan merupakan perintah untuk “tidak melakukan” aktivitas tertentu yang biasanya dilakukan selama waktu tertentu dalam rangka untuk mencapai tujuan tertentu.

Jadi, dalam konteks ini, puasa Ramadan dianggap sebagai perintah untuk menahan diri dari melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan pada waktu tertentu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved