Waspada ! HOAKS Bisa Menimbulkan Korban Jiwa dan Kerusakan
Dr. Agung Harsoyo, S.T, M.Sc. selaku dosen STEI Institut Teknologi Bandung (ITB) berbicara tentang hoaks
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dr. Agung Harsoyo, S.T, M.Sc. selaku dosen STEI Institut Teknologi Bandung (ITB) secara khusus hadir di studio Tribun Jabar untuk berbicara tentang maraknya informasi dan berita hoaks di tengah masyarakat.
"Waspada, hoaks itu berpotensi memecah belah bangsa, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan parahnya lagi berpotensi menimbulkan korban jiwa," katanya kepada Tribun Jabar pada program Wawancara Khusus Tribun Jabar, Jumat (31/3/2023).
Dosen ITB yang sudah mengabdi selama 30 tahun ini , menjelaskan bahwa maraknya informasi yang beredar di masyarakat khususnya saat ini ada konsep erang informasi.
Cara yang harus dilakukan untuk mengetahui informasi dan berita itu hoaks atau tidak, Dr. Agung Harsoyo menjelaskan bahwa ada metodologi khusus. Baik itu mulai menilai seseorang dan menyaring informasi yang diterima.
Agung bersyukur bahwa di Indonesia memiliki media "mainstream" seperti Tribun Jabar.
Karena, melalui media tersebut bisa dijadikan ukuran apakah berita tersebut sesuai fakta atau HOAKS.
"Saat ini, masyarakat kita sudah mulai adaptif terhadap media sosial dan kecanggihan teknologi, khususnya generasi muda yang sudah memiliki mekanismenya tersendiri," katanya.
Ia menyebut, bahwa anak muda saat ini jelas berbeda. Cenderung lebih cuek dan tentunya memiliki cara tersendiri untuk mendidik.
Pasalnya, anak zaman sekarang dinilai sangat cepat dan saling mengkompensasi terhadap informasi yang diterima.
Berkaitan dengan payung hukum untuk mencegah hoaks, Dr. Agung Harsoyo menyampaikan bahwa di Indonesia sudah memiliki UU ITE beserta turunannya.
"Sesungguhnya, dari segi aturan sudah cukup baik. Bahkan, aturan di kehidupan nyata dan digital (media sosial) sudah mirip, hingga ancaman hukumannya juga sama. Kalau di kehidupan nyata tidak boleh menghina, maka di digital juga diatur untuk tidak menghina, lengkap dengan hukumannya," ujarnya.
Pada prinsipnya, Dr. Agung Harsoyo mengatakan bahwa manusia itu secara alamiah memiliki insting untuk menyaring informasi dan berita serta melakukan verifikasi.
Jika menerima informasi dan berita, disarankannya untuk tidak langsung meneruskan atau membagikan ke jejaring sosial lainnya , melainkan disaring terlebih dahulu, tujuannya agar tidak memperburuk situasi.
"Saat ini sudah jauh lebih enak, kita dihadapkan pada banyak media sebagi pembanding atas informasi yang kita terima," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dr-agung-harsoyo-st-msc-selaku-dosen-stei-institut-teknologi-bandung-itb.jpg)