Jumat, 10 April 2026

Wagub Jabar Bicara Soal Piala Dunia U-20 yang Batal Digelar di Indonesia: Itu Takdir Allah

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum turut bersuara tentang batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
tribun jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat Safari Ramadan di Indramayu, Jumat (31/3/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum turut bersuara tentang batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Apalagi, Jawa Barat turut menjadi lokasi atau venue perhelatan sepak bola tersebut.

Dalam hal ini, Uu Ruzhanul hanya menyampaikan bahwa manusia hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan takdirnya.

"Tidak ada takdir Allah yang salah, tidak asa takdir Allah yang tidak membawa maslahat. Segala sesuatunya pasti ada hikmahnya," ujar dia saat melakukan kegiatan Safari Ramadan di Kabupaten Indramayu, Jumat (31/3/2023).

Baca juga: Safari Ramadan ke Indramayu, Wagub Jabar Datangi Pesantren di Pelosok: Ponpes Besar Sudah Biasa

Uu menyampaikan, walau kecewa pasti ada, ia mengajak untuk tidak terlalu kecewa.

Ia sendiri mengakui sama seperti masyarakat pada umumnya yang ingin sekali melihat timnas Indonesia tampil di Piala Dunia U-20.

Apalagi adanya turnamen tersebut akan sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengajak kejadian kemarin untuk menjadi bahan evaluasi bersama dan berharap agar ke depannya akan ada lagi turnamen besar lainnya yang bisa digelar di Indonesia.

Di samping itu, lanjut Uu, ia mengamini pidato Presiden Joko Widodo perihal batalnya Piala Dunia U-20.

Ia mengajak agar kejadian tersebut tidak dijadikan bahan untuk memprovokasi sehingga menebar kebencian.

Setiap pejabat, menurut Uu, mempunyai maksud tersirat ketika berpidato.

Ia meyakini, setiap pidato yang disampaikan oleh pejabat tentunya untuk kebaikan bangsa dan negara.

"Karena statemen pejabat itu statemen politik dan itu adalah tafsir. Maka tafsirkan pidato pejabat itu dari kacamata kebaikan demi kemaslahatan dan kebaikan kita semua," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved