Kamis, 23 April 2026

Kultum Ramadhan

Kultum Ramadhan, Ustaz Hendra Abdurrahman: Momen Terbaik bagi Milenial, Tekad Kuat Buka Pintu Surga

Ramadhan Momen Terbaik bagi Milenial. Ini adalah tema kultum Ramadhan yang ditulis Ustaz Hendra Abdurrahman. Cocok untuk kultum oleh dai muda.

Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Ustaz Hendra Abdurrahman, kultum Ramadhan, judul: Ramadhan Momen Terbaik bagi Milenial. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ramadhan Momen Terbaik bagi Milenial. Ini adalah tema kultum Ramadhan yang ditulis Ustaz Hendra Abdurrahman, Pengasuh Pesantren Jalanan Milenial Masjid Hijrah BJTB (Bawah Jembatan Tol Buahbatu).

Artikel atau materi kultum Ramadhan ini berisi tentang bagaimana anak muda atau kaum milenial memanfaatkan bulan Ramadhan untuk berjuang menjadikan dirinya sebagai ahli surga.

Dalam ceramah singat ini, mengajak anak muda yang memiliki dorongan dan tenaga lebih kuat dibandingkan kelompok tua, bisa memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya.

Jika hari tua telah tiba, maka hanya akan ada penyelasan karena waktu muda disia-siakan.

Baca juga: Ustaz Dasad Latif Keluar Rumah Sakit, Semangat Langsung Berdakwah, Gayanya Berbeda dari Biasanya

Berikut adalah materi kultum Ramadhan dengan judul: Momen Terbaik bagi Milenial

Momen Terbaik bagi Milenial

Oleh Ustaz Hendra Abdurrahman 

Pengasuh Pesantren Jalanan Milenial Masjid Hijrah BJTB (Bawah Jembatan Tol Buahbatu)

Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah dalam Kitab Lathoiful Ma’arif pernah berkata, “Ketahuilah bahwasannya bagi seorang mukmin di bulan Ramadan akan terkumpul dua jihad terhadap dirinya sendiri. Pertama, jihad pada waktu siang hari dengan melaksanakan shaum. Kedua, jihad pada waktu malam hari dengan cara  melakukan qiyam Ramadan. Maka apabila sudah terkumpul dua unsur jihad ini, layak dirinya mendapatkan hak dari Allah SWT berupa pahala yang tidak terbatas.” 

Istilah jihad sering digunakan pada suatu hal yang sangat memberatkan dan menyusahkan, dan tidak semua orang akan sanggup untuk melakukan.

Istilah jihad disematkan Ibnu Rajab dalam kaitan dengan Ramadan untuk memberikan pengertian bahwasannya momen-momen kebaikan yang disediakan Allah di bulan tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan oleh setiap manusia pada umumnya. Untuk menggapainya dibutuhkan tekad yang kuat disertai keimanan dan aqidah yang terbaik. 

Itu sebabnya, momen terbaik Ramadan akan lebih besar jika dimanfaatkan oleh kalangan milenial mengingat mereka adalah generasi yang masih memiliki tenaga yang besar dan tekad yang sangat kuat dibandingkan dengan generasi kolonial.

Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah kepada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan.”

Hadist tersebut mengisyaratkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendorong umatnya agar senantiasa menjadi pribadi yang kuat serta selalu bersemangat pada sesuatu yang bermanfaat dan tidak menjadi generasi yang lemah pada saat tertimpa musibah yang hal itu akan membukakan peluang syetan leluasa memalingkan aqidahnya.

Seandainya terkondisikan dalam keadaan lemah karena sesuatu hal, maka segeralah meminta tolong kepada Allah Swt melalui doa-doa yang dipanjatkan agar segera menjadi kuat dan tidak terlena dalam kelemahan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved