Aplikasi MapaG Dilengkapi Fitur Tambal Ban, Kini Mitra Drivernya Mencapai Ratusan hingga Luar Jabar
Dalam durasi yang singkat sejak dipublikasikan beberapa hari lalu, kini sudah ada 600 driver lebih yang bergabung dengan MapaG.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Aplikasi transportasi daring MapaG buatan putra daerah Majalengka sudah mulai bisa dinikmati masyarakat umum sejak awal Ramadan.
Aplikasi ini bukan hanya sebatas transportasi daring, MapaG juga memiliki berbagai fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh transportasi yang lebih dulu dikenal.
Kepada Tribun, Ridwan, salah seorang pembuat aplikasi MapaG, menceritakan bahwa MapaG memiliki perbedaan jauh dengan aplikasi transportasi online yang telah ada di Indonesia.
Bedanya, aplikasi yang dirilis sejak tahun 2021 ini miliki fitur Tambal Ban.
"Ojek, order makan, tetap ada. Tapi di MapaG juga kami lengkapi dengan yang lainnya, ada tambal ban, paket, toko, jasa dan lain-lain," ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Selasa (28/3/2023).
Terkait fitur Tambal Ban sendiri, para konsumen nantinya tidak perlu mencari tempat tambal ban ketika mengalami kendala di motornya.
Cukup dengan order dari aplikasi MapaG, konsumen bisa mendatangi ke lokasi yang telah ditentukan untuk memperbaiki ban yang sedang bermasalah.
"Jadi yang jadi pembeda dari aplikasi ojek online sejenis adalah, MapaG memiliki fitur tambal ban yang memungkinkan konsumen tidak perlu mendorong motornya ke tempat tambal ban, karena driver tambal ban yang mendatangi konsumen," katanya.
Ridwan menyampaikan, jika calon driver yang mendaftar belum memiliki keahlian untuk menambal ban, pihak aplikator memberikan training secara gratis sampai yang bersangkutan siap menerima pesanan.
Terkait peralatan sendiri, pihak aplikator menerapkan sistem bantu dengan harapan ke depan, driver bisa memiliki alat sendiri.
Di sisi lain, jika driver tidak menginginkan menerima orderan tambal ban, fitur tersebut bisa dimatikan.
"Peralatan, kita lakukan sistem bantu. Jadi, orang pertama peralatan di berikan gratis, kemudian orang pertama tersebut harus mengumpulkan uang untuk membeli peralatan untuk orang pendaftar kedua. Begitu seterusnya. Akan tetapi, kalau yang sudah punya alatnya, tidak perlu mengikuti rule di atas," ujarnya.
Menurut RIdwan, driver bisa memilih sebagai driver ojek saja atau sebagai tambal saja atau bisa menjadi ojek merangkap tambal ban.
"Jadi bisa ngojek sambil menjadi tukang tambal ban nya. Tergantung dari drivernya masing-masing," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seragam-Aplikasi-MapaG.jpg)