Tradisi Jelang Ramadan, Ziarah Kubur di Pangandaran, Keluarga Berbondong-bondong Datangi Permakaman

Menjadi tradisi umat muslim, memasuki Ramadan warga melakukan ziarah ke kuburan satu keluarganya.

Penulis: Padna | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribunjabar.id/Padna
Saat keluarga Hj. Ening berada di permakaman keluarganya di Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Menjadi tradisi umat muslim, memasuki Ramadan warga melakukan ziarah ke kuburan satu keluarganya.

Seperti yang dilakukan warga di Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (22/3/2023).

Sejumlah warga yang merupakan satu keluarga berbondong-bondong mendatangi makam kuburan keluarganya.

Baca juga: Kapan Penentuan 1 Ramadan 1444 Hijriah? Ikuti Sidang Isbat Nanti Sore Siaran Langsungnya

Sebelum berangkat ziarah ke makam kuburan yang dituju, mereka sempat berkumpul dan mempersiapkan buku yang berisikan doa-doa.

Selain buku yang berisi doa-doa atau biasa disebut buku Yasin, mereka juga membawa alat kebersihan lingkungan seperti sapu lidi dan parang.

Sesampainya di kuburan, mereka terlebih dahulu membersihkan atau menyingkirkan rumput yang berada di sekitar lokasi kuburan.

Kemudian, dengan dipandu oleh satu orang keluarga yang paling tua, mereka bersama sama membacakan doa di hadapan kuburan tersebut.

Warga Cipicung, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran melakukan ziarah kubur bersama, Kamis (31/3/2022).
Warga Cipicung, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran melakukan ziarah kubur bersama, Kamis (31/3/2022). (TRIBUNJABAR.ID/PADNA)

Tidak hanya orang tuanya, ziarah kubur tersebut juga diikuti oleh anak-anak belia yang merupakan satu keluarga.

Satu warga yang melakukan ziarah kubur tersebut, Hj. Ening (57) mengatakan, ziarah kubur ini sudah menjadi tradisi bagi keluarganya.

"Kita, sekeluarga sama - sama mengirimkan doa ke orang tua yang sudah meninggal. Sambil ngenalin ke cucu juga," ujar Ening kepada Tribunjabar.id seusai ziarah kubur, Rabu (22/3/2023) pagi.

Menurutnya, tradisi ziarah kubur ini harus diketahui dan dilaksanakan oleh anak cucu dan sanak saudaranya.

Supaya, mereka bisa tahu, mengirim doa itu suatu keharusan yang ditujukan ke satu keluarganya yang sudah meninggal.

"Selain sebelum puasa, sesudah puasa kita juga suka ramai-ramai ke makam keluarga," ujarnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved