Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Komjen Pol Purn Mochamad Iriawan --2: Gubernur Itu Hanya Pelayan
Berikut lanjutan petikan wawancara khusus Pemimpin Redaksi Tribun Jabar Adi Sasono dengan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
BERTANDANG ke Graha Tribun Jabar, Selasa (14/3/2023), Komjen Pol (Purn) Dr Drs H. Mochamad Iriawan, SH MM MH, atau yang akrab disapa Iwan Bule, bercerita banyak tentang Jawa Barat.
Ia juga bercerita tentang rencananya ke depan, termasuk kemungkinannya untuk terjun dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jabar 2024 nanti.
Berikut lanjutan petikan wawancara khusus Pemimpin Redaksi Tribun Jabar Adi Sasono dengan Iwan Bule.
Secara garis besar, Jabar itu ada Bandung Raya, Pantura Jabar selatan dan Bodebek. Apa problematika Jabar yang Bapak amati?
Kalau dulu itu ada tipologi, di Jawa Barat ada Sunda, Betawi dan Jawa atau Jawareh namanya.
Kalau di Tasik, Ciamis dan Banjar itu masuknya Priangan Timur, bahasanya Sunda, sampai ke Priangan Tengah, Bandung Raya Sumedang, Soreang, KBB itu Sunda, masuk ke Priangan Barat itu Sukabumi, Cianjur itu masih Sunda.
Masuk ke Depok mulai masuk Betawi. Masuk lagi ke pinggir Bekasi, itu masih (betawi), baru ke Pantura.
Mulai Karawang, Subang Utara, dan Indramayu itu Jawa, jawareh Jawa sawareh (Jawa sebagian). Makanya, di sana bahasa Jawa masih dominan.
Setiap daerah tentu punya masalah berbeda. Bandung dengan daya tarik luar biasa, Kota Bandung, Soreang atau Kabupaten, kemudian Cimahi dan KBB itu luar biasa sekali perekonomian, potensi wisata cukup tinggi.
Itu betul-betul harus fokus, baik pemerintah kabupaten-kota, maupun provinsi untuk bisa mengeksplor apa yang bisa diangkat dan bisa menjadi sumber kehidupan masyarakat di sana. Infrastrukturnya harus betul-betul diperhatikan.
Kemarin, saya baru menghadiri acara di Rancabali, itu butuh tiga jam turun ke bawah (ke Kota Bandung). Jadi, harus dibuat solusinya.
Kalau tidak bisa, pemerintah provinsi dan kabupaten-kota minta ke pusat untuk dibuatkan bagaimana infrastrukturnya. Karena sekali lagi, Gubernur dan Pemerintah Kabupaten-Kota, itu perwakilan dari Pemerintah Pusat di daerah.
Kita harus menyampaikan ke pusat apa yang masih kurang di daerah sehingga pusat tahu dan pusat akan mempertimbangkan itu.
Saya kan kemarin 4 bulan di sini (jadi Pj Gubernur), jadi cukup bagaimana membuat perimbangan, kemudian hubungan pusat daerah itu memang harus terjalin dengan maksimal, karena anggaran yang ada di Pemerintah Kabupaten-Kota, kemudian di Provinsi terbatas, kita harus menyampaikan ke pusat dan pusat harus membangun beberapa proyek strategis yang ada di daerah.
Bagaimana dengan Jabar Selatan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mochamad-iriawan-atau-iwan-bule-saat-bertemu-forum-cirebon-timur-mandiri-fctm.jpg)