Penyesalan Terlambat Pembunuh Perempuan di Cimahi, Ngaku Ada 3 PSK Lain yang Jadi Korban
Penyesalan terlambat datang dari Hari Rasta (23). Dia merupakan pembunuh Lisnawati (26) yang jasadnya ditemukan di kebun.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Penyesalan terlambat datang dari Hari Rasta (23). Dia merupakan pembunuh Lisnawati (26) yang jasadnya ditemukan di kebun di Jalan Padat Karya, Kampung Ranca Cangkuang, RT 04/01, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Hari Rasta kini sudah mendekam di balik jeruji besi.
Pemuda asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tersebut ditangkap anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi pada 12 Maret 2023.
Dia bukan cuma membunuh, tapi juga menyetubuhi dan merampas barang berharga korban.
Modus yang dilakukan pelaku itu yakni dengan memesan jasa korban melalui aplikasi MiChat.
Korban di bawa ke kebun untuk disetubuhi dengan iming-imingi bayaran yang lebih tinggi dari biasanya.
"Saya menyesal melakukan hal ini, saya meminta maaf kepada keluarga korban, saya tak akan mengulanginya lagi," ujar Hari saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Rabu (15/3/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Hari juga mengaku sudah beberapa kali melakukan kejahatan yang sama dengan modus memesan korban yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi MiChat.
Setelah memesan korban untuk disetubuhi, dia juga langsung menggasak barang-barang berharga yang dibawa oleh korban. Tetapi korban yang sebelumnya tak sampai dibunuh.
"Sudah empat kali, semuanya (dibawa ke kebun) soalnya biar gampang kabur setelah ambil barang korban," ucap Hari.
Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono, mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, motif yang dilakukan oleh pelaku juga sudah beberapa kali dilakukan terhadap korban yang lain, tetapi korban yang awal tidak sampai meninggal dunia.
"Artinya untuk korban yang sebelumnya, hanya diambil barang-barangnya oleh pelaku sambil mengancam. Jadi, semua modusnya juga sama, pelaku ini menggunakan aplikasi MiChat yang bukan atas nama dia," ujar Aldi.
Kepada korban yang lain juga, kata dia, pelaku tersebut kerap menawarkan harga di atas rata-rata sehingga korbannya tergiur dan langsung menuruti keinginan dari pelaku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Wajah-Pembunuh-Sadis-Cimahi.jpg)