Mencari Bibit Atlet Kelas Dunia, EIGER Gelar Spider Kids, Kompetisi Panjat Dinding untuk Anak
Untuk ikut mencari bibit atlet kelas dunia maka Eiger kembali menggelar spider kids yakni kompetisi panjat dinding untuk anak
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak bisa dipungkiri, anak-anak Indonesia tumbuh di tengah keindahan alam Indonesia yang luar biasa.Alam yang menunggu untuk dijelajahi, menanti untuk dilestarikan agar tetap abadi.
Salah satu hak istimewa yang dimiliki oleh jutaan anak Indonesia, adalah aktivitas luar ruang yang begitu banyak, termasuk aktivitas panjat dinding.
Hal ini yang menjadi kesempatan terbaik untuk dimaksimalkan oleh segenap tim Eiger Adventure Service Team (EAST), lini bagian dari EIGER Adventure (EIGER) sebagai sebuah brand yang tak hanya menyedediakan produk luar ruang semata.
Namun juga menyediakan berbagai edukasi, dan pelatihan khusus untuk beraktivitas luar ruang yang aman dan
nyaman.
Dalam rangka regenerasi dan pencarian bakat-bakat atlet panjat dinding di Indonesia, EIGER menyelenggarakan Eiger Climbing Center (ECC) Spider Kids Series 1 Se-Bandung Raya.
Kompetisi panjat dinding untuk anak-anak ini berlangsung pada Sabtu (11/3), berlokasi di EIGER Adventure Flagship Store di Jalan Sumatera, Bandung, Jawa Barat.
“Acara ini merupakan bentuk dukungan EIGER dalam memajukan kegiatan panjat dinding di Indonesia. Apalagi usai pandemi berakhir, kami juga memfokuskan ke pengembangan bakat ini untuk anak-anak, sebagai bagian dari regenerasi dan pencarian bibit bakat-bakat terbaik untuk menjadi wakil Indonesia di level internasional,” kata Manager EIGER Adventure Service Team, Galih Donikara.
Dalam kompetisi khusus untuk anak-anak ini, ada dua kategori yang dipertandingkan, yakni “Lead Putra dan Putri”, untuk usia 7 hingga 10 tahun, dan untuk usia 11-13 tahun.
Galih Donikara menyebut, peserta anak-anak yang mendaftar acara ini berasal dari berbagai kota di sekitar Bandung Raya.
Jumlah peserta yang mendaftar mencapai 55 orang anak-anak usia 7 hingga 13 tahun.
“Kami berharap dengan adanya kelas Spider Kids ini, kami bisa mengenali bibit-bibit terbaik calon pemanjat dinding Indonesia di masa depan. Kami memiliki Eiger Climbing Center (ECC) yang menjadi wadah untuk pembinaan yang terukur. Dengan program latihan yang terarah dan berkualitas, juga dukungan dari berbagai pihak, kami yakin Indonesia tak akan pernah kekurangan atlet-atlet panjat dinding kebanggaan Indonesia,” pungkas Galih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/eiger-kembali-gelar-spider-kids.jpg)