Kerugian Pembakaran Motor di Rancaupas Meluas, Kebun Warga dan Sarpras Rancaupas Turut Terdampak
Dampak peristiwa pembakaran motor di Rancaupas meluas. Belakangan diketahui ada pihak lain yang turut dirugikan seperti kebun dan sarpras Rancaupas.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus pembakaran tiga sepeda motor oleh peserta ajang motor trail di Rancaupas, Rancabali Kabupaten Bandung, Minggu (5/3/2023) dan viral di media sosial, kini masih dalam penanganan jajaran kepolisian.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pembakaran motor tersebut terjadi akibat kekesalan dan amarah para peserta kepada panitia acara.
Sebab di jalur tak ada petunjuk arah dan tak ada panitia yang berjaga untuk mengarahkan juga melakukan evakuasi jika ada kendala para peserta.
Puncaknya terjadi ketika para peserta tibanya di finis, tak tersedia makan yang telah dijanjikan panitia sebelumnya.
Baca juga: Beredar Video Pembakaran Motor di Rancaupas, Polisi Beberkan Kronologisnya Seperti Ini
Saat peserta yang lebih dulu tiba ke garis finis dan komplain, panitia bukannya menenangkan malah terjadi adu mulut.
Saat peserta yang tiba ke garis finis lebih banyak, amarah peserta memuncak hingga melakukan pembakaran motor panitia. Sementara ketua panitia diamankan polisi.
Dampak peristiwa ini pun tidak berhenti sampai di sini karena belakangan diketahui terdapat pihak lainnya, di luar peserta, yang dirugikan. Saat ini dampak kerugian ini masih dalam tahap mediasi.
Kapolsek Ciwidey, Iptu Anjar Maulana, mengungkapkan bahwa saat ini masih dalam proses mediasi dengan seluruh pihak terkait termasuk menginventarisi kerusakan yang terjadi.
"Kerusakan diantaranya, kebun warga, sarana prasarana Rancaupas dan Emte Resort, hasilnya panitia siap memperbaiki kebun warga yang mengalami kerusakan," kata Anjar, Selasa (7/3/2023).
Anjar mengatakan, untuk ketua panitia yang diamankan, belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Belum, sampai saat ini prosesnya baru memediasikan dengan pihak yang dirugikan," tuturnya.
Pada Selasa siang, kata Anjar, pihaknya, sudah mengecek lokasi dan sudah ada kesepakatan untuk memperbaiki tanaman kopi dan sayuran warga.
Selain itu, kata Anjar, para peserta even motor trail tersebut, belum ada yang lapor kepada pihak kepolisian.
"Saat di lokasi, sudah kami arahkan untuk membuat laporan, tetapi hingga saat ini tidak ada yang datang ke Polsek," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aksi-pembakaran-sepeda-motor-oleh-para-peserta-even-trail.jpg)