Persib Bandung

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan: Ada Upaya Mencegah Persib Bandung Juara

LANGKAH Persib Bandung semakin berat menyusul kekalahan menyakitkan mereka dalam laga tandang melawan melawan tim papan bawah, Barito Putra, Senin.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribunjabar.id/Gani Kurniawan
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengikuti tantangan News Room Experience di rangkaian acara HUT ke-23 Tribun Jabar. 

TRIBUNJABARA.ID -  LANGKAH Persib Bandung semakin berat menyusul kekalahan menyakitkan mereka dalam laga tandang melawan melawan tim papan bawah, Barito Putra, Senin (27/2).

Kekalahan membuat Persib Bandung harus memenangi delapan laga tersisa untuk menjaga asa juara. Termasuk laga berat kontra Persija Jakarta, yang rencananya akan digelar di kandang lawan, Sabtu (4/3).

Jalan menuju juara juga semakin terjal menyusul keputusan PSSI yang mengharuskan Persib Bandung berada jauh dari rumahnya saat menjamu lawan-lawannya dalam laga kandang.

Hingga akhir musim, Persib tak bisa lagi memakai Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) lantaran stadion itu dipergunakan sebagai venue Piala Dunia U-20.

Baca juga: Big Match Persija Jakarta vs Persib Bandung, The Jak Siap Padati SUGBK, Panpel Sebar 30 Ribu Tiket

Untuk laga kandang, Persib terpaksa berlaga di Stadion Pakansari, Bogor, yang bahkan itu pun kerap harus tanpa penonton.

Kondisi ini jelas menuai perhatian sekaligus rasa penasaran para bobotoh, tak terkecuali Tedy Rusmawan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bandung.

Berikut petikan wawancara News Manager Tribun Jabar, Oktora Veriawan dengan Tedy Rusmawan di Studio Tribun Jabar, belum lama ini.

Selama ini, Pak Tedy sangat dikenal sebagai bobotoh Persib. Sejauh yang Bapak ingat, sejak kapan Pak Tedy menyukai Persib?

Sejak masih SD. Dulu, saya suka nonton latihan Persib waktu masih di Lapangan PPI atau sekarang mah Pussenif, ya. Waktu itu masih zaman kiper Sobur, Adeng Hudaya, dan pemain Persib era Perserikatan lainnya. Sekarang sudah pada jadi legend. Jadi bisa dibilang dari zaman dulu memang suka sama sepakbola, terutama Persib.

Menurut Pak Tedy, bagaimana kekuatan Persib di era Perserikatan dengan Persib di era saat ini?

Zaman Perserikatan dulu, unsur kedaerahan itu sangat menonjol. Jadi semangat membawa nama Bandung itu kental banget dalam diri para pemain.

Semangat itulah yang selalu dibawa dalam setiap pertandingan. Dengan semangat kedaerahan itu juga kita menyaksikan bahwa di era itu kita pernah mendapatkan gelar juara Perserikatan Tahun 1994/1995, dengan materi para pemain lokal, seperti era Kang Ajat Sudrajat, yang dilanjutkan ke era Sutiono Lamso, dan seterusnya.

Spirit kedaerahan itu mudah-mudahan bisa terus dipertahankan, terlebih sekarang, kita juga punya beberapa pemain lokal Bandung yang juga tidak kalah hebat.

Sebut saja, The Gedebage Boys, seperti Febri (Hariyadi), Beckham (Putra Nugraha), dan kakaknya Beckham yaitu Gian Zola yang sekarang memperkuat Arema. Semoga mereka bisa membuat bintang di atas logo Persib terus bertambah.

Di tengah perjuangan untuk menambah bintang atau meraih gelar juara musim ini, Persib harus terusir dari rumah sendiri di Stadion GBLA ke Stadion Pakansari di Bogor. Bahkan beberapa pertandingan Persib berstatus tanpa penonton, bagaimana Pak Tedy memandang hal ini?

Pemain Persib Bandung, David Da Silva (kiri) melepaskan tembakan ke gawang Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 pekan 27 di Stadion Demang Lehman, Senin (27/2/2023) sore. Persib Bandung kalah 2-1 setelah Teja Paku Alam dikartu merah di penghujung babak I. (BanjarmasinPost/Aya Sugianto)
Pemain Persib Bandung, David Da Silva (kiri) melepaskan tembakan ke gawang Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 pekan 27 di Stadion Demang Lehman, Senin (27/2/2023) sore. Persib Bandung kalah 2-1 setelah Teja Paku Alam dikartu merah di penghujung babak I. (BanjarmasinPost/Aya Sugianto) (BanjarmasinPost/Aya Sugianto)

Tentunya kita sebagai bobotoh, sangat menyesalkan situasi ini. Di saat upaya mengejar prestasi musim ini, Persib justru harus terusir dari kandang.

Bahkan, di saat semua pihak mencoba memperbaiki citra persepakbolaan nasional, masih saja ada oknum suporter yang melakukan tindakan tidak terpuji, seperti melakukan aksi pelemparan kepada bus rombongan tim atau suporter yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dampak hal-hal seperti ini tentu akan merugikan, bukan hanya bagi tim, namun juga kelompok suporter itu sendiri. Sebab, hal ini menjadi pertimbangan bagi aparat keamanan untuk memberikan izin pertandingan bagi tim dan izin bagi penonton untuk memberikan dukungannya secara langsung di stadion.

Apa yang harus dilakukan agar peristiwa ini tidak terjadi lagi di masa depan?

Hal seperti ini tentunya harus disikapi bersama dengan serius, [para pelaku] harus ditindak tegas oleh aparat kepolisian. Karena sudah masuk kategori tindakan kriminal yang dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain.

Apakah aksi dari para oknum suporter tersebut dapat diperbaiki dengan terbentuknya kepengurusan PSSI yang baru?

Karena pembinaan suporter bagian dari tugas PSSI, maka dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Kang Erick Thohir sebagai Ketua Umum, yang membawa semangat untuk beberes dan bebersih di tubuh federasi sepakbola Indonesia, PSSI harus terus mengedukasi suporter tim.

Situasi ini justru menjadi tantangan awal bagi kepengurusan baru untuk dapat menindak tegas oknum-oknum suporter yang telah merusak citra sepakbola Indonesia. Kalau terus dibiarkan, kapan sepak bola Indonesia bisa maju?

Bagaimana pandangan Pak Tedy tentang ulah segelintir oknum suporter menyerang bus yang ditumpangi bobotoh, yang justru berimbas pada larangan terhadap bobotoh untuk menyaksikan laga Persib vs Arema FC di stadion beberapa waktu lalu?

Pastinya ini enggak adil atuh. Itu orang lain yang melakukan, tapi kita yang kena imbasnya tidak bisa ke stadion. Padahal kita berusaha untuk mematuhi aturan dengan segala upaya yang kita bisa. Kasihan atuh. Masa Persib terus-terusan didenda di setiap kali main.

Dengan hukuman yang terus melanda Persib sejauh ini, seperti sanksi usiran, pertandingan tanpa suporter, hingga denda akibat ulah oknum suporter, apakah ada potensi upaya untuk mencegah agar Persib gagal menjadi juara musim ini?

Kalau kita lihat situasi seperti ini terus terjadi, kalau ditanya apa ada atau enggak, sepertinya potensi pihak-pihak tertentu yang enggak ingin Persib juara itu ada. Padahal selama ini upaya yang dilakukan manajemen klub, pemerintahan, bahkan para anggota tim Persib sudah berusaha dengan sangat baik, untuk mencegah pelanggaran demi pelanggaran itu terjadi.

Bagaimana tanggapan Bapak terkait Stadion GBLA yang hanya berstatus stadion latihan bagi para klub peserta event Piala Dunia U-20, namun tetap tidak bisa dipakai untuk menggelar pertandingan kandang Persib di sisa laga kompetisi?

Seperti yang kita ketahui, status GBLA itu adalah support stadium, bukan main stadium yang menggelar pertandingan di event Piala Dunia U-20.

Maka menurut hemat kami, harusnya tetap bisa digunakan untuk Persib. Bahkan kalau stadion itu dipakai, justru akan lebih terjaga karena dipelihara, karena di sana juga kita, ada komunitas GBLA Lovers yang suka bebersih.

Bahkan Gober dan Linmas di kewilayahan pun kerap kita libatkan untuk bantu bebersih dan bebersih disana. Jadi sayang saja, kalau ternyata enggak bisa digunakan untuk event pertandingan, tapi Persib juga enggak bisa main di sana.

Seberapa jauh upaya pemerintah Kota Bandung untuk dapat memfasilitasi Persib kembali bertanding di Stadion GBLA?

Kita akan melihat bagaimana perkembangan dari status pertandingan Persib selama di Pakansari di sisa kompetisi ini sambil menunggu informasi terkait jadwal dari event Piala Dunia U-20.

Mudah-mudahan seiring dengan perkembangan tersebut, kita akan mencoba peluang komunikasi ke pihak-pihak terkait, untuk bisa nyugemakeun (membahagiakan) para bobotoh agar kembali dapat menyaksikan dan mendukung Persib di Stadion GBLA.

Adakah imbauan dan harapan untuk para bobotoh yang sudah sangat rindu untuk bisa menyaksikan dan mendukung langsung Persib kembali ke Stadion GBLA?

Sebagai urang Bandung, kita mah harus someah, jadi yuk ah jangan ada lagi aksi anarkis-anarkis lah. Upayakan tradisi someah ini di pertahankan di manapun dan kapanpun. Suasana-suasana seperti itu juga harus dibawa ke lapangan, jadi kita kasih support yang positif buat tim, agar para pemain juga main enak dan terus berjuang meraih kemenangan di setiap pertandingan, yang akhirnya gelar juara bisa kembali didapatkan Persib," katanya. (cipta permana)

Artikel Persib Bandung lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved