Rabu, 15 April 2026

Area Kumuh Kini Bersih dan Resik, Warga pun Dapat Penghasilan dari Program Padat Karya Kota Bandung

Beberapa kawasan taman, drainase dan jalan di Wilayah Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar menjadi resik, padahal sebelumnya kumuh penuh sampah

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Dipimpin Lurah Pelindung Hewan Hendra Yulianto, warga tengah melaksanakan Program Padat Karya di Wilayah Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Selasa (28/2/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa kawasan taman, drainase dan jalan di Wilayah Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar menjadi resik, padahal sebelumnya kumuh penuh sampah rumput dan lumpur.

Lokasi kotor jadi bersih berkat pasukan Padat Karya selama sepekan dipimpin langsung Lurah Pelindung Hewan Hendra Yulianto bersama 50 warganya.

"Saya sebagai lurah berterima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung yang telah mengabulkan usulan Program Padat Karya," ujar Hendra saat membersihkan taman, Selasa (28/2/2023).

Ia mengajukan Padat Karya karena di wilayahnya angka pengangguran tinggi dan kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan.

“Pengangguran ada 1.000 orang sedangkan yang terserap di padat karya hanya 50 orang sehingga seleksinya harus benar-benar yang butuh bantuan,," ujarnya.

Baca juga: Siap-siap, Pemkot Bandung Akan Gelar Program Padat Karya dan Bantuan Modal Untuk UMKM Sebesar Ini

Hendra berharap setelah drainase bersih tak ada banjir lagi khususnya di kawasan inhoftank langganan banjir.

Menurut Hendra, dalam sehari menghasilkan ratusan karung sampah sehingga 500 lembar karung untuk 10 hari hanya terpakai tiga hari.

"Saya berharap ada bantuan karung, walau sudah ditambah 500 tetap sampah tak terangkat," ujarnya.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Dicky Wishnumulya Ristandi mengatakan Program Padat Karya tahun 2023 digelar di lima kelurahan karena keterbatasan anggaran.

"Padat Karya selama 10 hari, setiap orang mendapat upah Rp 133 ribu per hari ditambah snack dan makan nasi, bekerja mulai jam 08.00 sampai jam 12.00," ujarnya.

Dicky akan berupaya mengajukan anggaran agar Padat Karya bisa digelar di 151 kelurahan karena manfaatnya dirasakan oleh semua warga.

Baca juga: Penanganan Inflasi, Pemda Purwakarta Gulirkan Program Padat Karya

"Bagi yang bekerja mendapat upah, sedangkan warga lainnya mendapat keuntungan lingkungan jadi bersih," ujar Dicky. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved