Rayakan Dua Dekade, Bloods Hadirkan Perjalanan Burgerkill, Koil, Jeruji dalam Bentuk Dokumenter
Skena musik metal di Bandung cukup berpengaruh akan gaya hidup, komunitas, cara berpikir, hingga gaya berpakaian penikmatnya.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Skena musik metal di Bandung cukup berpengaruh akan gaya hidup, komunitas, cara berpikir, hingga gaya berpakaian penikmatnya.
Band lokal bergenre metal di Bandung pun tumbuh cukup pesat seperti Burgerkill, Jeruji, dan Koil.
Ketiga band ini memiliki banyak penggemar dan musiknya dinikmati hingga mancanegara.
Baca juga: Otong Koil Buka-bukaan Soal Lagu "Untuk Kemenangan Kami", Ditulis untuk Memuja Persib Bandung
Dalam merayakan dua dekade eksistensi Bloods, brand pakaian asal Kota Bandung merilis video dokumenter perjalanan grup band metal ke dalam sebuah karya bertajuk ‘Presents The Story of of The Strength, Wisdom, Strive, and Persistance of Burgerkill, Koil, Jeruji’.
Dikemas menjadi tiga video pendek berdurasi 30 – 60 menit, Bloods menggandeng tiga grup band cadas asal Bandung yang punya pengaruh besar dalam industri musik metal tanah air.
Masing-masing video terdiri dari wawancara eksklusif dan intimated show yang dilakukan terpisah.
Burgerkill dibantu oleh Ideas Creative, Koil oleh Extreme Moshpit TV, dan Jeruji oleh Major Minus.
Dalam perilisan video dokumenter, penonton diajak menyaksikan perjalanan dan lika-liku ketiga grup musik keras itu.

Disutradarai Rykart Adrian, Jeruji mampu mengemas perjalanan bermusik mereka yang hampir puluhan tahun ke dalam video berdurasi 42 menit ini.
Jeruji merupakan salah satu dari sedikit saja band generasi era Saparua yang masih bertahan dan aktif manggung. Mereka juga masih rutin merilis karya.
Dengan pergantian personel yang cukup signifikan, Jeruji membuktikan bahwa mereka dapat melalui badai dari berbagai fase perjalanan kelima orang itu.
Gitaris Jeruji Hendy Hanafi mengatakan, dalam video dokumenter itu, mereka banyak membahas jatuh bangun band yang terbentuk di tahun 1996 itu.
Apalagi kehilangan dua personel, diakui Pengex—sapaannya—menjadi momen paling sulit buat mereka.
“Saya ikut perjalanan Jeruji, banyak kerumitan yang terjadi sampai tahun 2004 akhirnya saya masuk Jeruji. Sampai sekarang banyak perjalanan yang bikin mau nangis, apalagi kejadian kehilangan teman itu Ginan, dan berpikir sempat mau bubar,” katanya saat jumpa pers, di Co and Co Hub, Jalan Dipatiukur, Kamis malam (23/2/2023).
Jadi Posko Darurat, Korban Demo di Bandung Dilarikan ke Unisba |
![]() |
---|
Momen Dedi Mulyadi Datangi Pendemo di DPRD Jabar, Mata Berair Hidung Memerah Efek Gas Air Mata |
![]() |
---|
Mega Travel Fair di Bandung, Ada Diskon Tiket Pesawat Hingga Hotel |
![]() |
---|
Demo Depan Gedung DPRD Jabar, Pos Polisi Dibakar, Sejumlah Jalan di Bandung Macet Parah |
![]() |
---|
Wajah Bercoreng Putih, Dedi Mulyadi Temui Pengunjuk Rasa yang Bertahan di Gedung DPRD Jabar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.