Warga di Pangandaran Tidak Punya KTP dan Sempat Disebut Buron, Ini Solusi Disdukcapil
Kepala Bidang Fasilitas dan Pendaftaran Disdukcapil Kabupaten Pangandaran, Ruhandi, meminta Kosdiaman ke kantornya.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kepala Bidang Fasilitas dan Pendaftaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Ruhandi, meminta Kosdiaman ke kantornya.
Kosdiaman merupakan warga Pangandaran yang tak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sejak 2012.
Dokumen miliknya hilang karena menjadi korban banjir di Jakarta.
Hingga kini tak memiliki KTP karena kesulitan mengurusnya meski sudah menghubungi aparat kewilayahan.
Mengenai masalah itu, Ruhandi meminta datang membawa persyaratan.
"Tinggal datang ke kantor capil, nanti dicek datanya berdasarkan nama, tempat dan tanggal lahir, dan nama orang tuanya. Agar datanya ketemu," ujar Ruhandi kepada wartawan melalui WhatsApp, Kamis (23/2/2023) siang.
Langkah selanjutnya tergantung keberadaan data tersebut, apakah ketemu atau tidak.
"Tapi, akan ditempuh (proses selanjutnya)," katanya.
Baca juga: Nasib Kosdiaman di Pangandaran, Dikucilkan Tetangga Gara-gara Tak Punya KTP, Dibilang Buron
Untuk mempercepat prosesnya, dia berharap yang bersangkutan membawa data pendukung.
Semisal ijazah, buku nikah, kartu Pemilu terdahulu atau dokumen-dokumennya lainnya.
"Intinya, disdukcapil siap menindaklanjuti. Yang penting dia bawa ke kantor capil," ucap Ruhandi.
Berkenaan tidak memiliki KTP, Kosdiaman mendapat perlakuan tak baik.
Baca juga: Permainan Bola Kasti Kembali Ramai Dimainkan Oleh Orang-orang Dewasa di Pangandaran
Setelah memilih pulang ke Pangandaran karena di Jakarta sering menjadi sasaran razia, Kodsiaman justru dikucilkan tetangga. Dia juga disebut buron.
Kosdiaman saat ini tinggal bersama istrinya dan dua adiknya di Dusun Sindangherang RT 02/03 Desa Padaherang, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kosdiaman-memperlihatkan-buku-nikahnya-di-rumahnya-di-Pangandaran.jpg)