Minggu, 10 Mei 2026

Disperindag Kota Bandung Gelar Operasi Pasar, 30 Ton Beras Medium Ludes Kurang dari Satu Jam

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung kemudian mengupayakan dengan menggelar operasi pasar beras medium di

Tayang:
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menggelar operasi pasar beras medium di tiga kecamatan, Kamis (16/2/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Harga beras medium sedang naik dengan kisaran Rp 9.450 hingga Rp 13 ribu per kilogram.

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung kemudian mengupayakan dengan menggelar operasi pasar beras medium di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cibiru, Ujungberung, dan Cidadap, Kamis (16/2/2023).

Asisten Manager Penjualan Distributor Bulog Kota Bandung, Dedy Suryadin menyampaikan alokasi per kecamatan sebanyak 10 ton atau 10 ribu kilogram. Dia menegaskan, kurang dari sejam, beras yang ada di operasi pasar ini ludes terjual.

"Petugas sampai mulai operasi pasar lebih awal di Kecamatan Cibiru karena mengularnya antrean warga yang datang. Kami sudah buka dari pukul 08.30 WIB. Harusnya pukul 09.00 WIB. Tapi, karena sudah banyak yang antre, jadi dibuka duluan. Ini hanya satu hari saja," ucapnya.

Dedy mengatakan, beras medium dijual seharga Rp 8.500 per kilogram di operasi pasar ini. Satu karung berisi 5 kilogram beras dibandrol dengan harga Rp 42.500 dan setiap warga hanya boleh membeli dua kantong beras alias 10 kilogram.

"KTP-nya dicek benar-benar harus Kota Bandung agar mengantisipasi pembeli curang, maka kami terus mengimbau satu KTP hanya untuk satu orang. Kalau yang sudah beli harus segera langsung pulang," ujarnya.

Salah satu faktor terbesar naiknya harga beras saat ini, lanjutnya karena cuaca yang mengakibatkan gagal panen. Tetapi, untuk stok sampai lebaran tahun ini, Dedy menegaskan dalam kondisi aman. 

Salah satu warga Cibiru, Heni mengaku sudah datang sejak 07.30 WIB. Dia mengaku tahu informasi tersebut dari orang-orang di wilayahnya dan langsung datang ke lokasi sambil menunjukkan KTP.

"Ya saya membeli dua kantong beras dengan total 10 kilogram. Saya melihat operasi pasar beras medium ini sangat membantu kami sebagai warga untuk memperoleh beras bagus dengan harga miring. Jadi, lumayan membantu, walau harus jauh-jauh ke sini. Sebab kalau di warung kan bisa berapa gitu ya (harganya), kalau di sini kan lumayan murah,” katanya.

Warga lain, Aminah yang berasal dari Jalan Wijaya Kusumah, Kelurahan Palasari, mengaku datang membawa dua KTP karena anaknya menitipkan untuk beli beras juga. Namun, ternyata dia baru tahu jika satu orang hanya boleh menggunakan satu KTP.

"Tadi saya antre membawa dua KTP buat anak, tapi ternyata tidak bisa. Harus satu orang satu KTP. (Antrenya) tidak terlalu lama, alhamdulillah," ujar Aminah.(*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya, klik GoogleNews

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved