Siti Kurmeisa TKW Cianjur yang Minta Dipulangkan ke Indonesia Sudah Diamankan KBRI Riyadh

Siti Kurmesia viral karena dalam tautan video di twitter Menko Polhukam Mahfud MD, memohon untuk dipulangkan ke Indonesia

Editor: Ravianto
zoom-inlihat foto Siti Kurmeisa TKW Cianjur yang Minta Dipulangkan ke Indonesia Sudah Diamankan KBRI Riyadh
istimewa
PMI asal Cianjur yang meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk pulang, Kamis (26/1/2023)

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Heboh Tenaga Kerja Wanita atau TKW Cianjur membuat video minta tolong agar dipulangkan ke Indonesia.

Dalam video itu, sang perempuan meminta tolong agar dipulangkan ke Indonesia karena selalu disalahkan oleh majikan.

Dia disalahkan karena selalu difitnah oleh anak-anak majikan. Belakangan diketahui kalau TKW Cianjur itu bernama Siti Kurmeisa.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan KBRI Riyadh akhirnya mengamankan Siti Kurmeisa, seorang Pekerja Migran Indonesia atau Tenaga Kerja Wanita yang viral di media sosial.

Siti Kurmesia viral karena dalam tautan video di twitter Menko Polhukam Mahfud MD, memohon untuk dipulangkan ke Indonesia karena tidak diperlakukan dengan baik oleh majikannya.

Dirjen Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemnaker,  Suhartono mengatakan setelah mendapatkan video tersebut, pihaknya langsung melakukan langkah-langkan koordinasi dan kolaborasi penanganan dengan beberapa pihak terkait. 

Baca juga: VIRAL Video TKW Cianjur Minta Pulang Karena Difitnah Anak Majikan, Siber Polri Temukan Lokasinya

Dalam video tersebut, belum diketahui nama dan daerah asalnya, serta tempat/negara PMI bekerja.

 "Kami langsung  meminta Atnaker di KBRI Riyadh untuk segera melakukan upaya penanganan sesuai ketentuan yang berlaku dan mencari data PMI tersebut. Berdasarkan info kami himpun, Siti Kurmeisa berasal dari Cianjur, Jawa Barat, dan ditempatkan di negara Arab Saudi tepatnya di Damam sejak 24 November 2022, " kata Suhartono dalam keterangannya, Minggu (29/1/2023).

Berdasarkan informasi Atnaker KBRI di Riaydh, Suseno Hadi, per Sabtu (28/1/2023), Siti Kurmeisa telah berada di shelter KBRI untuk diberikan pelindungan, dan selanjutnya akan dimintai keterangan. 

Terkait hal ini, Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan PMI, Kemnaker, Rendra Setiawan, meminta kepada Atnaker KBR di Riyadh untuk mendalami proses penempatan Siti Kurmeisa.

Tujuannya agar bisa diketahui siapa pelaku penempatannya, serta pihaknya akan mengawal atau memonitor permasalahan ini.

Hingga saat ini kata Suhartono, penempatan PMI untuk bekerja pada pemberi kerja perseorangan ke 19 negara kawasan di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi masih dilarang sebagaimana ketentuan dalam Kepmenaker No. 260 Tahun 2015. 

Suhartono menghimbau agar masyarakat harus berani menolak terhadap bujuk rayu atau iming-iming untuk bekerja ke luar negeri yg terindikasi dilakukan secara nonprosedural atau ilegal, khususnya ke Arab Saudi sebagai pekerja rumah tangga. 

Masyarakat harus berani menolak terhadap bujuk rayu atau iming-iming untuk bekerja ke luar negeri yang terindikasi dilakukan secara nonprosedural atau ilegal, khususnya ke Arab Saudi sebagai pekerja rumah tangga.

"Untuk mengetahui atau mendapatkan informasi yang valid tentang proses bekerja ke luar negeri secara prosedural dan benar, bisa mengunjungi dinas tenaga kerja setempat atau layanan terpadu satu atap PMI (LTSA-PMI) terdekat, " katanya.(Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved