Mamah Muda di Grobogan 2 Kali Dihamili Keluarga, Pertama Bapak Sekarang Adiknya yang SMP, Dia ODGJ

Ironisnya, adik kandung IL itu diketahui merupakan siswa SMP sementara dia sudah dua kali dihamili diduga oleh kedua orang tersebut.

Editor: Ravianto
Shutterstock via Kompas.com
ilustrasi hamil. Nasib tragis dialami seorang perempuan berinisial IL, 29 tahun warga warga Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dia dua kali dihamili keluarganya yakni oleh bapak dan adik kandungnya yang masih SMP. 

TRIBUNJABAR.ID, GROBOGAN - Nasib tragis dialami seorang perempuan berinisial IL, 29 tahun warga warga Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

IL diketahui menjadi korban asusila yang diduga dilakukan ayah dan adik kandungnya.

Menurut pengakuan IL, dia sudah dua kali dihamili.

Yang pertama oleh bapaknya sementara yang kedua oleh adiknya yang masih SMP.

Usia kehamilan keduanya ini diketahui sudah 24 pekan.

Mamah muda ini sejatinya masih memiliki suami dan bahkan memiliki satu orang anak.

Namun, dia merupakan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

Kisah menyedihkan ini bermula sekitar enam tahun lalu ketika IL tiba-tiba dibawa pulang oleh orangtuanya.

Padahal saat itu dia tinggal serumah dengan suami dan anaknya di desa tetangga.

"Entah kenapa enam tahun lalu, orangtua IL membawanya pulang kembali ke rumah."

Sementara anak IL dibawa suami IL. Jadi belum resmi bercerai, hanya berpisah tidak jelas," kata Kepala Dusun setempat Siswadi (37) saat dihubungi melalui ponsel, Senin (30/1/2023).

Perpisahan itu rupanya lambat laun membuat IL depresi berat hingga pada 2019, ia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Amino Gondohutomo Semarang untuk menjalani perawatan.

"Mirisnya saat dirawat di RSJ, IL sudah hamil dan jabang bayi pun akhirnya dilahirkan di sana."

"Pengakuan IL, ia disetubuhi bapak kandung dan adik kandungnya. Anak IL kemudian diadopsi oleh warga Kecamatan Tawangharjo, Grobogan," terang Siswadi.

Sepulang dari RSJ, kata Siswadi, IL kemudian dititipkan selama beberapa bulan di Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik Sono Rumekso di Purwodadi untuk pemulihan kondisi kejiwaannya.

Setelah psikisnya dinilai stabil, IL kemudian dikembalikan ke rumah orangtuanya di Kecamatan Penawangan.

"Namun ironisnya, IL kembali hamil dan kini usia kandungan sudah enam bulan. Saat dikonfirmasi oleh warga, IL kali ini mengaku dihamili adik kandungnya yang masih duduk di bangku SMP," ungkap Siswadi.

Siswadi pun berharap kasus dugaan tindakan asusila, persetubuhan sedarah tersebut mendapat perhatian serius dari Pemkab Grobogan.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat di lingkungan tempat tinggal keluarga IL.

Menurut Siswadi, keluarga IL hidup di bawah garis kemiskinan dan tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Rumah berkonstruksi bambu berukuran 8 x 8 meter tersebut dihuni bersama tanpa sekat dan ruang kamar.

Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) juga tidak memadai.

Bapak ibunya IL bekerja sebagai buruh tani yang harus menghidupi kelima anaknya.

Merujuk data Pemdes setempat, keluarga IL tercatat sebagai warga miskin penerima bantuan pemerintah.

"Warga sudah geram dengan kasus asusila ini. Ini melanggar norma."

"Keluarga mereka aneh. Bapaknya seperti punya kepercayaan sendiri dan menutup diri dari masyarakat. Kami harap ada solusi terbaik dari pemerintah," tegas Siswadi.

Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Grobogan, Agus Setijorini membenarkan perihal kasus asusila tersebut.

"Ini sangat memprihatikan. Usia kandungan IL saat ini 24 pekan. Dilakukan koordinasi dengan OPD dan sekarang ditangani Dinsos Grobogan," kata Setijorini.

Kepala Dinsos Grobogan Edi Santoso menyampaikan permasalahan yang dihadapi IL dan keluarganya saat ini masih dalam penanganan Pemkab Grobogan.

Rencananya, Pemkab Grobogan akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan Kementerian Sosial untuk mencarikan solusi terbaik.

"Kami akan ajukan bedah rumah untuk rumah keluarga IL. Sementara kami masih melakukan monitoring dan pendekatan terhadap IL karena ia tidak mau dipindahkan di panti sosial.

Keinginan IL minta pekerjaan, jadi kami upayakan pemberdayaan usaha atau seperti apa masih menunggu perkembangan," pungkas Edi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Derita Wanita Riwayat Gangguan Jiwa di Grobogan, 2 Kali Hamil Diduga Ulah Bapak dan Adik Kandung yang Masih SMP"

 

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved