Jumat, 17 April 2026

Cegah Adanya Korban Cikbul, Dinkes KBB Datangi Pedagang ke Sentra Jajanan Hingga Objek Wisata

Dinkes KBB mulai bergerak untuk mengawasi pedagang ciki ngebul setelah ada 28 anak di sejumlah wilayah yang keracunan akibat mengkonsumsi makanan ini

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
istimewa/instagram
Ciki Ngebul atau Chikbul memakan korban. puluhan anak ekracunan. Korban ada yang mengalami perforasi atau adanya lubang di saluran cerna sehingga membutuhkan operasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai bergerak untuk mengawasi pedagang ciki ngebul (cikbul) setelah ada 28 anak di sejumlah wilayah Jawa Barat yang keracunan akibat mengkonsumsi makanan yang memiliki efek asap tersebut.

Untuk melakukan pengawasan itu, Dinas Kesehatan KBB bakal mendatangi pedagang cikbul tersebut untuk memberikan pemahaman kepada mereka mengenai bahaya cairan nitrogen yang terkandung di dalamnya.

Sub Koordinator Farmasi, Makanan Minuman, Kosmetik dan Tradisional, Dinkes KBB, Rendra Gustiawan mengatakan, pihaknya akan mendatangi pedagang di sentra-sentra jajanan, dan tempat wisata yang mungkin ada penjual chiki ngebul.

"Upaya itu dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak ada kasus serupa. Sebagai kewaspadaan dan kehati-hatian, kami akan mengimbau para pedagang agar tidak menjual cikbul," ujar Rendra di kantornya, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Antisipasi Peredaran Jajanan Cikbul, Dinas KUKMP Ciamis Ingatkan ke Pedagang Bahaya Nitrogen Cair

Menurutnya, jika melihat kasus yang sudah terjadi akibat mengkonsumsi cikbul itu, pihaknya menduga anak yang bergejala berat mengalami peradangan usus karena tak sengaja mengkonsumsi sisa cairan nitrogen yang terdapat di dalam makanan tersebut.

Ia mengatakan, organ usus pada anak-anak lebih lemah ketika cairan nitrogen ini dikonsumsi.

Karenanya, kondisi ini menyebabkan peradangan pada dinding usus akibat jajanan Chiki Ngebul alias cikbul tersebut.

"Apalagi masih usia anak yang belum cukup baik daya tahan tubuhnya sepertinya dampak dari nitrogen cair ini dapat memperberat gejalanya khususnya pada lambung anak," katanya.

Sementara untuk di KBB, pihaknya memastikan hingga saat ini belum ada temuan kasus keracunan cikbul.

Kendati demikian upaya antisipasi harus tetap dilakukan agar kejadian yang sama tidak terjadi di KBB.

Baca juga: Bahaya Cikbul, Puluhan Bocah Keracunan, Saluran Cerna 1 Bocah Berlubang, Rusak karena Nitrogen Cair

Selain itu, pihaknya juga sudah mengerahkan agar fasilitas pelayanan kesehatan di 16 kecamatan untuk melaporkan jika ada temuan kasus keracunan jajanan tersebut.

"Alhamdulillah berdasarkan data dan informasi dari bidang P2P Dinkes KBB bahwa sampai dengan saat ini belum ada laporan kasus yang terjadi di KBB," ucap Rendra. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved