Kinerja Produk Digital Telkom Dinilai On The Track

Kinerja Produk digital Telkom dengan umbrella brand Leap sepanjang tahun 2022 dinilai on the track

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Ilustrasi 

Di sisi lain, strategi khas startup dengan membentuk Tribe Leader secara remote juga dilakukan oleh Telkom Leap.

Baca juga: Telkom dan YPT Jawab Tantangan Talenta Digital Indonesia Melalui Kurikulum DigiUp Berkualitas

"Setahu saya ada ratusan kawan-kawan penggiat startup Bandung yang direkrut untuk mendukung Leap, mereka direkrut memperkuat tim digital PT Telkom dengan posisi tetap di Bandung. Ada yang jadi programmer, agile scrum, product manager, macam-macam itu," ujar Vice President Startup Bandung ini.

Kolaborasi juga terbuka kepada akademisi yang memiliki keahlian terkait seperti kecerdasan buatan dan big data.

Pola kerjanya adalah koordinasi via layanan video conference dan sesekali rapat koordinasi secara luring.

Strategi aneka kolaborasi yang serba digital ini membuat Leap, produk digital PT Telkom, bisa cepat menyatu dalam platform ekosistem digital.

"Sebagai sebuah produk, Leap cepat jadi walau untuk jadi mesin duit tentu perlu waktu. Jangankan produk digital, produk konvensional pun tidak bisa langsung cetak banyak keuntungan, ada proses yang harus dilewati dulu," ujar pria alumni Magister STBM ITB tersebut.

Danrivanto Budhijanto, pakar hukum teknologi informasi dari Unpad menyatakan, Leap sebagai produk digital Telkom sudah on the track untuk sebuah produk digital.

Baca juga: Telkom dan Cisco Jalin Kerjasama Strategis IoT Control Center dan Software Define Network di ASEAN

Sebab, selain sesuai tren global operator telekomunikasi, pihaknya juga melihat ada spirit kehadiran BUMN sebagai agen pembangunan negeri.

"Nuansa kehadirannya menjadi agent of change dirasakan. Terutama dalam memperluas prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat, itu sudah dan terus dilakukan layanan digital PT Telkom," ujar peraih Master of Laws in Information Technology & Privacy Law (LL.M in IT Law) di John Marshall Law School, Chicago ini.

Menurut dia, sebagai badan usaha milik negara, layanan inti yang memudahkan masyarakat Indonesia, wajib terus diberikan.

Akan tetapi, inovasi layanan berupa produk digital harus simultan dilakukan sekalipun kompetisinya tidak mudah.

"Inovasi ini adalah mandatori ke badan usaha milik negara, yang dilakukan tak semata-mata agar mampu memberi profit perusahaan dan dividen negara, juga untuk terus menjaga daya saing BUMN," kata Staff Khusus Menkominfo 2014-2019 tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved