Selasa, 28 April 2026

Rumah Warga Majalengka Ini Retak-retak dan Miring akibat Pergerakan Tanah, Takut, Minta Direlokasi

Sekretaris Desa Leuwikujang, Samsu, menyampaikan, peristiwa pergerakan tanah terakhir terjadi pada dini hari tadi sekira pukul 03.00 WIB.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Kondisi rumah milik Raski, warga Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, yang mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah, Senin (2/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pergerakan tanah terjadi di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pergerakan itu diduga disebabkan oleh kontur tanah yang labil pada kawasan tersebut.

Akibatnya, sebuah rumah warga milik Raski (50) di Dusun Sumurbandung mengalami kerusakan berupa keretakan pada bagian dinding dan lantainya.

Dinding-dinding rumah Raski tak lagi bisa berdiri tegak, tapi menjadi miring.

Baca juga: Gerombolan Anak Remaja di Majalengka Nekat Pesta Miras di Keramaian, Nyaris Kelabui Petugas

Saat diwawancarai, Raski mengatakan, pergerakan tanah tersebut sudah terjadi sejak 3 tahun lalu.

Saat itu, sungai yang berada kurang lebih 30 meter di bawah rumahnya itu banjir hingga meluap hampir menyentuh rumahnya.

Namun rupanya, setelah kejadian tersebut tanah di wilayahnya terus mengalami pergerakan hingga saat ini.

"Iya, rumah retak-retak begini. Beberapa dinding retak, bahkan rumah sudah miring 30 cm," ujar Raski kepada Tribun, Senin (2/1/2023).

Baca juga: Malam Tahun Baru 2023 Bikin Bahagia Pedagang Lato-lato di Majalengka, Dagangannya Laris Manis

"Kejadiannya sebenarnya sudah lama, 3 tahun terakhir lah, cuma makin hari makin bergerak."

"Terakhir terjadi lagi minggu-minggu ini, bahkan semalam jam 3 pagi, lantai di ruang tengah kembali retak hingga berlubang kurang lebih 5 cm."

Meski kondisi rumahnya cukup memprihatinkan, Raski masih tinggal di rumah tersebut bersama istri, anak, menantu, dan cucunya.

Tak ayal, ia merasa gundah ketika hujan disertai angin kencang menerpa permukiman tempat tinggalnya.

"Takut mah pasti, khawatir gitu. Tapi ya mau gimana lagi," ucapnya.

Alasan Raski masih bertahan di rumah tersebut, ia tak memiliki tempat lagi untuk bernaung.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved