Randu Sekti Wibowo Dorong Ekonomi Halal, No Riba, karena Berkah dan Menguntungkan

Ekonomi halal menjadi pondasi ekonomi keluarga yang menguntungkan, sesuai syariah, dan berkah. Materi seminar Randu Sekti Wibowo.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Randu Sekti Wibowo bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ekonomi halal menjadi pondasi ekonomi keluarga yang menguntungkan, sesuai syariah, dan berkah.

Sebab, konsep ekonomi halal mempertimbangkan prinsip keadilan, saling menguntungkan, moral, dan tentu saja keamanan atau keselamatan yang diambil dari petunjuk aturan syariah dalam Islam.

Dengan demikian kebaikan akan didapatkan oleh para pelaku usaha, termasuk keluarga muda, yang berbisnis dalam ekosistem halal.

Randu Sekti Wibowo mengisi seminar ekonomi keluarga.
Randu Sekti Wibowo mengisi seminar ekonomi keluarga. (Istimewa)

"Membangun usaha dalam ekosistem halal itu Isnya Allah Berkah. Tidak ada riba yang akan merugikan dan dibenci dalam agama," ujar Randu Sekti Wibowo di acara Seminar Nasional bertema "Penguatan Ekonomi Keluarga Muda dengan Ekosistem Halal, Go Berkah dan No Riba," di Hotel Oasis, Jakarta, Jumat (16/12/2022).

Baca juga: Berkat Memuliakan Ibu, Pembalap Randu Sekti Wibowo Asal Bandung Juara Nasional ISCTR

Pengusaha asal Bandung ini menjadi pemateri seminar di rangkaian acara launching Keluarga Cendekia Perempuan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Menurutnya, bisnis yang dijalankan dengan riba akan merusak rasa empati terhadap sesama. Pelakunya akan cenderung egois dan memnetingkan diri sendiri dan mengesampingkan prinsip tolong menolong dalam kebaikan.

Randu Sekti Wibowo bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Randu Sekti Wibowo bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Istimewa)

Berbisnis yang didalamnya ada riba tidak menghasilkan keuntungan besar. Sebab, pelaku usaha ini akan sibuk bagaimana melunasi tagihan.

Hal buruk lainnya adalah bisnis yang mengandung riba hanya menguntungkan salah satu pihak dan pihak lain merugi.

Randu Sekti Wibowo, founder BEST corp menjadi pemateri seminar bersama Menteri Perdagangan Dr H Zulkifli Hasan, SE MM.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi peran Keluarga Cendekia Perempuan ICMI dalam memajukan ekonomi Indonesia.

"Saya mengapresiasi acara yang mengedepankan peran perempuan seperti ini karena perempuan merupakan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Ketua Umum DPP Perempuan ICMI Dra Hj Welya Safitri MSi dalam acara tersebut mengatakan pelaku usaha perempuan lebih tangguh di masa pandemi Covid-19.

"Riset UNDP menyatakan bahwa pelaku usaha perempuan lebih tangguh di masa pandemi Covid-19. Potensi bisnis UMKM yang dikelola oleh perempuan diproyeksikan mencapai USD 135 miliar pada tahun 2025," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved