WASPADA, Sudah 28 Warga Tasikmalaya Meninggal Akibat DBD, tapi Tren Kasusnya Sudah Menurun

Menurut Asep, kasus DBD sepanjang 2022 mencapai puncak tertinggi terjadi pada bulan Juli hingga lebih dari 200 kasus.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
Pixabay
gejala dan cara pencegahan demam berdarah atau DBD. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya dari awal tahun hingga November 2022 telah merenggut 28 nyawa. 

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya dari awal tahun hingga November 2022 telah merenggut 28 nyawa.

Sedangkan total penderita mencapai 1.830 orang. Mereka sempat dirawat di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas.

"Namun ada penderita yang datang dalam kondisi sudah drop dan akhirnya tak tertolong. Yang meninggal jumlahnya mencapai 28 orang," kata Kabid Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan, dr Asep Hendra, Selasa (20/12).

Menurut Asep, kasus DBD sepanjang 2022 mencapai puncak tertinggi terjadi pada bulan Juli hingga lebih dari 200 kasus.

"Dari Juli ke November jumlah kasusnya terus menurun tiap bulannya. November tercatat 80 kasus," ujar Asep.

Sementara kasus meninggal DBD yang terakhir terjadi empat bulan lalu. "Hingga kini belum ada lagi dan berharap tidak ada," kata Asep.

Ia menegaskan, kunci penting terhindar dari DBD adalah melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

"Terutama di dalam rumah," ujar Asep. Seperti menguras bak, membuang air genangan di tatakan pot atau tempat penampungan air di belakang kulkas dan lainnya. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved