532 Bangunan Sekolah di Cianjur yang Rusak Akibat Gempa Akan Dibangun Ulang

Ratusan bangunan sekolah di Kabupaten Cianjur yang rusak akibat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 dipastikan akan segera dibangun ulang.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
istimewa
Presiden RI Joko Widodo saat meninjau penyintas gempa Cianjur, Kamis (8/12/2022). Ratusan bangunan sekolah di Kabupaten Cianjur yang rusak akibat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 dipastikan akan segera dibangun ulang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Ratusan bangunan sekolah di Kabupaten Cianjur yang rusak akibat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 dipastikan akan segera dibangun ulang.

Akibat gempa bumi yang terjadi pada Senin (21/11/2022) tersebut, sebanyak 532 bangunan sekolah yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur rusak sehingga perlu diperbaiki atau dibangun ulang agar bisa dipakai lagi.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, untuk merenovasi ratusan bangunan sekolah yang rusak akibat gempa tersebut anggaran pembangunannya sudah dikoordinasikan oleh Kemendikbud.

"Ada 532 bangunan (sekolah) akan dibangun ulang dan peletakan batu pertama Presiden sudah datang," ujar Ridwan Kamil saat ditemui di SMAN 1 Cimahi, Selasa (13/12/2022).

Selain membangun ulang sekolah yang rusak, kata dia, pemerintah pusat juga berkomitmen untuk membantu memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bumi tersebut.

"Sekolah dan rumah dipastikan akan dibantu, presiden sudah komit semua rumah dibantu," katanya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat memberikan keterangan di SMAN 1 Cimahi, Selasa (13/12/2022).
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat memberikan keterangan di SMAN 1 Cimahi, Selasa (13/12/2022). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Selain soal bangunan, pria yang akrab disapa Emil ini berencana membenahi data korban meninggal dunia karena ada perbedaan antara pernyataan Bupati Cianjur, Herman Suherman, dengan data dari BNPB.

Herman menyebutkan ada 600 korban jiwa karena saat kejadian banyak keluarga yang berinisiatif langsung memakamkan.

Sementara dari data BNPB jumlah korban gempa Cianjur itu hanya 334 orang.

Menanggapi pernyataan Herman, Ridwan Kamil mengatakan, jika bupati menyatakan jumlah korban jiwa itu lebih dari data yang awal, maka tinggal menunggu waktu untuk diverifikasi oleh BNPB. 

Baca juga: Jumlah Korban Meninggal Gempa Cianjur Kini Jadi 602 Orang, Banyak yang Tak Dilaporkan

"BNPB melaporkan yang dilaporkan, kalau Pak Bupati menyatakan ada yang tidak dilaporkan tapi meninggal dunia," ujar Ridwan Kamil.

Atas hal tersebut, kata dia, soal jumlah korban gempa Cianjur yang meninggal dunia itu untuk sementara ini harus tetap memegang data dari BNPB.

Baca juga: DPRD Jabar Turut Awasi Penggunaan Anggaran Bencana di Cianjur

"Soal angka kematian gempa Cianjur kita pegang saja statement dari BNPB dulu untuk dilakukan kroscek karena setiap hari yang dikutip media kan data BNPB," katanya. (*)

Baca berita lainnya di GoogleNews

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved