Gempa Bumi di Cianjur

Update Gempa Cianjur, Korban Meninggal Capai 600 Orang, Banyak yang Langsung Dimakamkan

Bupati Cianjur Herman Suherman mengklaim korban meninggal dunia akibat gempa bumi 5.6 Skala Magnitudo 21 November 2022 lalu mencapai 600 jiwa. 

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ravianto
fauzi noviandi/tribunjabar
Titik pencarian orang hilang di Kampung Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Rabu (8/12/2022). Bupati Cianjur Herman Suherman mengklaim korban meninggal dunia akibat gempa bumi 5.6 Skala Magnitudo 21 November 2022 lalu mencapai 600 jiwa.  

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur Herman Suherman mengklaim korban meninggal dunia akibat gempa bumi 5.6 Skala Magnitudo 21 November 2022 lalu mencapai 600 jiwa. 

Hal tersebut diungkapkan Herman Suherman dalam sambutan saat menerima rombongan DPP Partai Gerindra di Pendopo Kabupaten Cianjur, Sabtu (10/12/2022). 

"Memang laporan resmi BNPB jumlah meninggal 334 orang, namun setelah ditelusuri ada sebanyak 600 jiwa korban meninggal," kata Herman. 

Jumlah tersebut, kata dia, terungkap setelah dilakukan pendataan ulang untuk memberikan santunan kerohiman kepada keluarga yang meninggal dunia akibat gempa Cianjur

"Bertambahnya Jumlah korban jiwa sebanyak 600 ini, karena saat kejadian banyak yang berinisiatif langsung memakamkan," kata dia. 

Menurutnya, banyak warga atau ahli warga yang tidak melaporkan langsung ke Puskesmas atau pemerintah desa setempat, saat anggota keluarganya menjadi korban meninggal akibat gempa. 

Alat berat masih melakukan pencarian korban gempa Cianjur di titik lokasi longsor warung Sate Shinta, Kampung Pos, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jumat (9/12/2022).
Alat berat masih melakukan pencarian korban gempa Cianjur di titik lokasi longsor warung Sate Shinta, Kampung Pos, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jumat (9/12/2022). (TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ)

"Tak hanya korban jiwa, tetapi juga rumah yang rusak tersebar di 16 kecamatan mencapai kurang lebih 58 ribu rumah," katanya. 

Selain itu, Herman mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk memulihkan kondisi Cianjur setelah terjadinya bencana gempa bumi.

Sudah 157 Jenazah Teridentifikasi

Baca juga: Relawan PMI Bermotor Trail Tembus Medan Sulit untuk Distribusikan Bantuan ke Korban Gempa Cianjur

Tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kecamatan Cuegang, Kabupaten Cianjur. 

Kaur Doksik Biddokkes Polda Jawa Barat, Kompol dr M Ihsan Wahyudi, mengatakan,  ada dua jenazah di RSUD Sayang Cianjur yang berhasil diidentifikasi tim DVI gabungan. 

"Yaitu Nenah (60) dan Nengsih (40). Keduanya merupakan warga asal Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang," kata Ihsan Wahyudi melalui keterangan terulisnya, Sabtu (10/12/2022). 

Kedua jenazah tersebut berhasil teridentfikasi setelah dilakukan tes DNA dan catatan medis yang dibawa masing-masing ahli waris. 

"Adanya dua jenazah teridentikasi tersebut, hingga saat ini tercatat TIM DVI gabungan telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 157 jenazah," katanya. 

Dia mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan upaya untuk mengidentifikasi terhadap sejumlah jenazah korban gempa bumi Cianjur lainnya. 

"Karena itu kita meminta bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke pokso pengduan orang hilang, di bagian Forensik RSUD Cianjur, dengan membawa catatan korban, seperti identifas diri, dan catatan medis," ucapnya. 

Akibat gempa bumi magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2022), sampai saat ini masih delapan orang hilang asal Kampung Cijedil, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

(Laporan Kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved