Selasa, 14 April 2026

Cegah Harga Beras Naik, Bulog Cirebon Rutin Gelontorkan Beras Jenis Medium ke Pasaran

Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon rutin menggelontorkan beras ke pasaran untuk mencegah kenaikan harganya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi beras dari Bulog Cirebon. Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon rutin menggelontorkan beras ke pasaran untuk mencegah kenaikan harganya. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID CIREBON - Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon rutin menggelontorkan beras ke pasaran untuk mencegah kenaikan harganya.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, mengatakan, momen menjelang tahun baru sekarang memicu kenaikan harga bahan pokok.

Karenanya, pihaknya terus menggulirkan beras ke pasaran sebagai upaya untuk mengintervensi harganya, sehingga tidak mengalami kenaikan.

"Sebenarnya, upaya ini terus berjalan, karena kami selalu menggelontorkan beras ke pasaran," kata Budi Sultika saat ditemui di Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Sabtu (10/12/2022).

Ia mengatakan, beras yang digelontorkan untuk menjaga harga pasar ialah jenis medium yang dijual seharga Rp 8.300 per kilogram.

Baca juga: Pemprov Jabar Pastikan Stok Pangan Jelang Libur Nataru Surplus, dari Beras sampai Bawang Putih

Menurut dia, penjualan beras medium Bulog ke pasaran bertujuan menjaga stoknya, sehingga harganya tetap stabil di momen akhir tahun seperti sekarang.

Selama Januari - awal Desember 2022, jumlah beras yang digelontorkan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon ke pasaran mencapai 46,9 juta ton.

"Kami menjual beras medium kemasan lima kilogram ke pasar dan retail, karena dari segi harganya juga lebih terjangkau," ujar Budi Sultika.

Budi menyampaikan, beras itu dijual di wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka.

Pihaknya berharap, beras yang digulirkan Perum Bulog Cirebon dapat menjaga persediaannya dan harganya pun tetap stabil seperti biasanya.

"Kami juga rutin memantau harga beras di pasaran, dan jika ada gejolak maka langsung diintervensi melalui pasar murah atau lainnya," kata Budi Sultika. (*)

Baca juga: Disdagin Sebut Harga Beras di Kota Bandung Naik Karena Faktor Cuaca

 

Silakan baca berita Tribunjabar.id lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved