Gempa Bumi di Cianjur

Tangis Sri Kania Tak Terdengar Jokowi, Ibu dan Adiknya Masih Terkubur Longsor Gempa Cianjur

Berbekal harapan harapan itu pula, sejak pagi hari, Sri sudah berangkat ke Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku menanti kedatangan Jokowi

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Sri Kania Wahyuni warga Cimahi tengah menangis saat terikanya Jokowi di acuhkan Jokowi. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Tangis Sri Kania Wahyuni (34) tak terbendung. Upaya korban gempa ini meminta pertolongan Presiden Joko Widodo agar pencarian jasad korban akibat gempa Cianjur tak dihentikan pupus sudah.

Presiden terus berlalu meski ia sudah berteriak-teriak sambil menangis, mengejar presiden hingga jarak mereka hanya terpaut tiga meteran.

Sudah 14 hari Sri berada di Cianjur, sejak mendengar kabar ibunya, Dewi Heriani (55) dan adiknya, Muhammad Ikhsan Faturohman (22), ikut terkubur longsor saat gempa mengguncang Kabupaten Cianjur.

Selama 14 hari itu pula, Sri tak pernah kehilangan harapan. Ia yakin, jasad kedua orang yang sangat dicintainya itu akan ditemukan.

Berbekal harapan harapan itu pula, sejak pagi hari, Sri sudah berangkat ke Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur menanti kedatangan Presiden Jokowi.

Kabar bahwa Presiden akan ke sana untuk meninjau pembangunan ratusan rumah tahan gempa bagi para korban bencana memicu semangatnya.

Presiden Joko Widodo membagikan sembako kepada warga di posko Gunung Lanjung Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Senin (5/12/2022)
Presiden Joko Widodo membagikan sembako kepada warga di posko Gunung Lanjung Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Senin (5/12/2022) (ferri amiril/tribun jabar)

Ditemani beberapa warga Kampung/Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Sri menunggu persis di pinggir lokasi yang hendak dipakai untuk pembangunan rumah tahan gempa.

Menunggu Presiden melintas sebelum naik ke mobil yang akan membawanya kembali ke Jakarta.

Paras Sri berubah tegang saat rombongan Presiden terlihat muncul dari kejauhan. Sekuat tenaga, ia pun berlari sambil menangis, memanggil-manggil Presiden Jokowi.

Baca juga: Update Gempa Cianjur, Titik Tempat 8 Korban Gempa yang Hilang Sudah Ditemukan Berkat Perabotan

Lalu berteriak memohon saat jarak antara dirinya dengan Presiden hanya terpaut tiga meteran.

"Pak Jokowi, saya mohon agar pencarian terus dilakukan. Ibu dan adik saya belum ditemukan," mohon Sri berulang-ulang sambil mengacungkan tangan.

Namun, karena terhalang orang-orang di depannya, yang juga ikut berdesakan menyambut Presiden, teriakan Sri tak terdengar.

Jokowi hanya sempat menyapa beberapa warga yang berada persis di depannya, sementara ia yang terus memohon sambil mengacungkan tangan tak sempat terlihat.

Hingga akhirnya Jokowi berlalu, Sri masih terdengar memohon, lirih, agar pencarian diteruskan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved