Usung Warna Band Baru dan Lebih Segar, Don Lego Diseret Ke Persidangan DCDC Pengadilan Musik  

Usung Warna Band Baru dan Lebih Segar, Don Lego Diseret ke Persidangan DCDC Pengadilan Musik  

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
Kemal S Permana
DCDC Pengadilan Musik pada episode kali ini menghadirkan Don Lego. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Nama Don Lego tentu tak asing bagi pecinta musik Ska di Tanah Air. Band ini dikenal sebagai pionir kembalinya kejayaan musik Ska di Nusantara khususunya di Kota Bandung. Pada awalnya, Tradisional Reggae dan Ska menjadi aliran yang mereka usung, tetapi seiring perkembangan musik yang mereka arungi, Don Lego akhirnya menyatakan bahwa musik yang mereka bawa adalah sebagai roots and steady beat, yang juga merupakan bagian dari ruang lingkup Jamaican Sound dan konsisten hingga hari ini.

Setelah lebih kurang tiga tahun mengalami kekosongan pada vokal akibat hengkangnya Kumbang, hadirnya Dwi Tanty atau akrab disapa Chun Li hadir memberi warna baru yang mengisi kekosongan tersebut.

Di sisi lain, Sir Iyai pun kembali dengan mengambil posisi lamanya sebagai gitaris Don Lego.

DCDC Pengadilan Musik pada episode kali ini menghadirkan Don Lego.
DCDC Pengadilan Musik pada episode kali ini menghadirkan Don Lego. ()

Hal ini pun beriringan dengan lahirnya karya terbaru Don Lego bertajuk “Tenang Ada Aku” yang ditulis dan diaransemen oleh Viko Saxo serta menjadi jembatan menuju album ketiganya. 

Namun perubahan warna ini justru kemudian membuat Don Lego terpaksa diseret ke DCDC Pengadilan Musik yang digelar di Kantin Nation The Panas Dalam di Jalan Ambon No 8A, Jumat (2/12/2022).   

Dalam persidangan ini Don Lego menerima cecearan sejumlah pertanyaan dari dua Jaksa Penuntut yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq.

DCDC Pengadilan Musik
DCDC Pengadilan Musik (istimewa)

Namun mereka didampingi dua pembela yaitu Yoga (PHB) dan Aan Haircut dalam persidangan yang dipimpim oleh Hakim Ketua Man (Jasad) dengan Panitera Rully Cikapundung.

"Kenapa band-nya dinamakan Don Lego?" tanya Budi Dalton yang langsung dijawab Sir Iyai. 

"Nama ini diambil dari tokoh penjahat yang ada dalam film Benyamin S berjudul Koboi Ngungsi yang mana hal tersebut juga menginspirasi penamaan penggemar kami yaitu Antek-antek Don Lego Family," kata Iyai.

Melalui sebuah perdebatan yang cukup panjang, Hakim Ketua Man akhirnya memutuskan bahwa single Don Lego bisa beredar dan layak didengarkan oleh para Antek Don Lego serta Coklatfriends serta masyarakat umum karena memberikan warna musik baru yang bisa menginspirasi musisi lain.  

DCDC Pengadilan Musik pada episode ini menghadirkan Don Lego
DCDC Pengadilan Musik pada episode ini menghadirkan Don Lego ()

Sementara itu menurut salah seorang personel, Viko, single terbaru Don Lego yang bertajuk “Tenang Ada Aku” menggaris bawahi tentang upaya pembelaan, perhatian dan perlindungan, sebagai bentuk bahasa kasih sayang terhadap pasangan.

"Sebenarnya bisa juga untuk persahabatan yang merupakan sebuah interpretasi dan ekspesi kasih sayang secara universal," katanya.

Sedangkan Sir Iyai berharap bahwa single terbaru ini bisa memberikan warna baru kepada dunia musik Tanah Air serta bisa diterima di masyarakat. 

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Manager ATAP Promotions yang mewakili DCDC,  Galuh Putri, mengatakan bahwa DCDC Pengadilan Musik pada episode ini menghadirkan Don Lego dengan berbagai pertimbangan yaitu menjadi salah satu band pionir kembalinya musik Ska di Tanah Air.

"Mereka juga konsisten berkarya dengan roots Jamaican Sound," ujar Galuh.

Tak hanya itu, menurut Galuh, Don Lego juga kini hadir dengan fresh isu baru dan single baru yang menghadirkan sejumlah perbedaan yakni hadirnya vokalis baru serta kembalinya personel lama yakni Sir Iyai.

"Hal-hal itulah yang membuat mereka layak ditampilkan di DCDC Pengadilan Musik episode terakhir di tahun 2022 ini," ujarnya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved