BPJS Kesehatan Cek Implementasi Antrean Online di Tiga RS Bandung

BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya dengan menghadirkan inovasi

Istimewa
BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi berupa antrean online. 

TRIBUNJABAR.ID, Bandung, Jamkesnews – BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi berupa antrean online. Demikian yang diungkapkan oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan saat meninjau implementasi antrean online di tiga rumah sakit di Bandung, yaitu RS Santo Yusup, RS Hermina Arcamanik, dan RS Advent pada Kamis (24/11).

“Melalui sistem antrean online yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN, peserta JKN tidak perlu lagi datang pagi-pagi sekali untuk antre di rumah sakit. Peserta dapat mengambil antrean di mana saja dan datang sesuai jadwalnya. Bahkan antrean bisa diambil satu hari sebelum jadwal layanan yang diinginkan peserta JKN,” ucap Edwin.

Edwin menambahkan, selain mempermudah proses pendaftaran pelayanan bagi peserta JKN, sistem antrean online juga mengurangi waktu tunggu sehingga diharapkan tidak terjadi penumpukan antrean di rumah sakit. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan petugas rumah sakit pun menjadi lebih nyaman.

“BPJS Kesehatan dan rumah sakit harus terus bahu-membahu meningkatkan layanan. Kami berupaya mengubah budaya berkerumun di fasilitas kesehatan melalui sistem antrean online sehingga peserta JKN bisa lebih nyaman saat mengakses pelayanan kesehatan. Kita besarkan Program JKN ini demi kemaslahatan masyarakat, dengan membangun sistem layanan kesehatan yang semakin baik,” katanya.

Edwin juga menyampaikan apresiasinya kepada tiga rumah sakit yang dikunjunginya karena telah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN dan berkomitmen meningkatkan pemanfaatan sistem antrean online yang terkoneksi dengan Aplikasi Mobile JKN.

“Walau lokasi kami berada di lingkungan yang cukup padat karena berdekatan dengan pasar, akses pelayanan kesehatan pasien tetap menjadi prioritas kami. Semua kebijakan Program JKN dan inovasi-inovasi dari BPJS Kesehatan kami sambut dengan baik. Termasuk implementasi antrean online yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini tentu juga memberikan kemudahan bagi para petugas kami dalam memproses administrasi pasien JKN,” ujar Direktur Utama RS Santo Yusup, Odilia.

Berdasarkan data yang diterima dari 3 rumah sakit yang dikunjungi tersebut, terlihat peningkatan signifikan dari pemanfaatan antrean online oleh peserta JKN lewat Aplikasi Mobile JKN. Sebagai contoh di RS Hermina Arcamanik, dari total kunjungan 771 peserta per 24 November 2022, sebanyak 389 (50,4 persen) peserta sudah memanfaatkan antrean online. (Bs/rm)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved