Doa
Doa Agar Diberi Kesabaran Saat Menghadapi Ujian, Dengan Bersabar Mendulang Pahala
Setiap orang tidak akan terlepas dari ujian, meskipun sudah berusaha terkadang tidak berjalan sesuai keinginan.
Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID - Setiap orang tidak akan terlepas dari ujian, meskipun sudah berusaha terkadang tidak berjalan sesuai keinginan.
Sebab Allah juga menimpakan ujian terhadap manusia, senantiasa menguji keimanan kita, supaya manusia kembali ke jalan yang lurus dan mengingat Allah.
Namun segala sesuatu hendaklah bersabar dan berdoa, dengan doa dan usaha pasti kita bisa melewati ujian.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 153:
يٰۧااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ إنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Begitu pula dengan bersabar yakni kunci untuk menghadapi sebuah ujian dari Allah SWT, dengan bersabar kita akan memperoleh pahala yang besar.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Az-Zumar ayat 10:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahala mereka tanpa hitungan.”
Sebagai Umat Islam ada bacaan doa diberi kesabaran ketika mengalami ujian yakni:
“Alloohummna inniiasaluka ta’jiila ‘aafiyatika washobron ‘alaabaliyyatika wakhuruu jam minaddun-yaa ilaa rohmatika.”
Artinya:“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu disegerakan keselamatan-Mu untukku dan tetap sabar dalam menghadapi cobaan-Mu dan keluar dari dunia menuju rahmat-Mu.”
Adapun menurut Majmu Syarif oleh Mujahidin Nur, doa supaya mendapatkan ketenangan dalam menghadapi setiap permasalahan yakni:
“Rabbana afrigh alayna shabraan wa tsabbit aqdaamana wa ansurna ala al-qawmi al-kaafiriina. Rabbana laa tuzigh quluubana ba’da idh hadaytana wa hab lana milladunka rahmah innaka antal wahhab. Allahumma tsabbitnii an azilla wahdini an adhilla.
Allahuma kama hulta bayni wa bayna qalbi fahlul bayni wa baynasy syaithani wa’amalihai. Allahumma inni as-aluka nafsan muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa tardha biqadhaika wa taqna’u bi’atha-ika.”
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, limpahkan kesabaran atas kami, tetapkanlah kedua telapak kaki kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
Ya Tuhan kami janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadirat-Mu rahmat karena Engkau Maha Pemberi, Ya Allah kokohkan lah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan tersesat.
Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku dan berikanlah penghalang antara aku dengan setan serta perbuatannya. Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa dan ridha atas putusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.”