Gempa Bumi di Cianjur

Bantu Korban Gempa Cianjur, Mahasiswa Unpak Bogor Ini Temukan Banyak Kisah Haru yang Bikin Nangis

Arief Bustanudin Aziz yang merupakan mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor tersebut, menyalurkan bantuannya karena alasan kemanusiaan.

TRIBUNJABAR.ID/ADI RAMADHAN
Arief Bustanudin Aziz yang merupakan mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor tersebut, menyalurkan bantuannya karena alasan kemanusiaan. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Musibah gempa bumi 5,6 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Cianjur, membuat ribuan relawan berbondong-bondong menyalurkan bantuan ke daerah terdampak.

Salah satu relawan yang menyalurkan bantuan adalah Arief Bustanudin Aziz.

Arief yang merupakan mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor tersebut, menyalurkan bantuannya karena alasan kemanusiaan.

Saat ini, Arief dan relawan lainnya membuka posko korban bencana di daerah Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Ia mengaku mendapatkan banyak sekali cerita selama berada di posko.

Baca juga: Pengungsi Gempa Cianjur Keluhkan Sembelit Karena Sering Makan Mi, Minta Donatur Kirim Sayur dan Buah

"Saat kami datang pertama kali ke sini, ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang bawa anak, sambil menangis kepada kami ingin dibuatkan tenda."

"Ditambah, waktu itu penerangan belum ada, tentu kami langsung bantu sekuat tenaga," ujar Arief kepada Tribunjabar.id, Sabtu (26/11/2022).

Tak hanya itu, Arief sempat tidak bisa menahan rasa harunya, setelah mengetahui banyak sekali warga belum mendapatkan bantuan.

Suasana riang sejenak di tengah duka di posko pengungsi Kebonkawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, saat diberi bantuan televisi dan peralatan lainnya, Sabtu (26/11/2022).
Suasana riang sejenak di tengah duka di posko pengungsi Kebonkawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, saat diberi bantuan televisi dan peralatan lainnya, Sabtu (26/11/2022). (Tribun Jabar)

"Kami melihat ada satu tenda yang ukuran panjangnya itu kurang lebih 6 meter dan lebarnya itu kurang lebih 2 sampai 3 meter. Dan itu diisi oleh 28 orang dalam satu tenda. Itupun belum termasuk laki-laki yang diem di luar tenda," ujarnya sambil terharu.

Selain itu, teriakan dan tangisan bayi yang terdengar di posko, membuat Arief tak kuasa menahan air matanya.

"Di sini ada 44 balita dari 39 ibu yang berada di posko, setiap malam mereka pasti nangis karena kondisi tidak begitu nyaman."

Baca juga: Logistik Menipis, Korban Gempa Cianjur Ini Makan Satu Telur Dibagi Dua, Akses Jalan Tertutup Longsor

"Ditambah lagi ada beberapa balita yang mengalami kebutuhan khusus, menambah suasana disini semakin haru untuk dilihat," ujarnya. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved