Kawanan Maling di Ciamis Gasak 7 Kuintal Buku Perpustakaan Sekolah, Dijual ke Tukang Rongsokan
Dalam sebulan terakhir TT Cs berhasil menggasak buku perpustakaan di 4 sekolah SD sederajat, yakni 2 sekolah di Panjalu, 1 di Lumbung dan 1 di Rancah
Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Empat orang kawanan maling spesialis buku pelajaran sekolah berhasil dibekuk jajaran Polres Ciamis.
Masing-masing adalah TT (35), warga Bahara Panjalu, AH alias Jajang (22) warga Jagamulya Malausma Majalengka, R alias Jigon (19) warga Kiarapayung Rancah dan AG (16) juga dari Malausma Majalengka.
Tiga tersangka maling spesialis sekolah tersebut kini mendekam di ruang tahanan Polres Ciamis.
Sedangkan AG (16) anak di bawah umur yang berhadapan hukum dititipkan di sebuah yayasan sosial di Pangandaran.
Dalam sebulan terakhir TT Cs berhasil menggasak buku perpustakaan di 4 sekolah SD sederajat, yakni 2 sekolah di Panjalu, 1 di Lumbung dan 1 di Rancah.
Terakhir kawanan TT Cs ini menggasak buku di perpustakaan MI Hegarmanah Dusun Cidahu Desa Ciomas Panjalu Selasa (15/11) sekitar pukul 01.30 dini hari.
Baca juga: Kawanan Maling Curi 13 Domba Dimasukkan ke Bagasi Mobil, Kini Dibekuk Aparat Polres Ciamis
Pelaku membawa kabur buku buku dan satu set kendang rampak yang disimpan di Perpustakaan MI Hegarmanah tersebut.
“Dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam pelaku berhasil ditangkap,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro SH SIK MT kepada Tribun dan wartawan lainnya di Mapolres Ciamis, Rabu (23/11) siang.
Pada kesempatan konferensi pers tersebut AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro didampingi Wakapolres Kompol Apri Rahman SE, Kasat Reskrim AKP M Firmansyah SIK dan Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB.
Dari pemeriksaan diketahui dalam sebulan terakhir kawanan maling spesialis sekolah tersebut telah beroperasi di 4 sekolah tingkat SD/sederajat.
Dengan modus melakukan pencurian selepas tengah malam (dinihari).
Terlebih dahulu masuk pintu gerbang sekolah dengan merusak kunci kemudian masuk ruang perpustakaan.
“Mereka tidak hanya mencuri buku-buku yang ada di perpustakaan tetapi juga alat kesenian berupa kendang rampak. Total kerugian dari 4 sekolah tersebut sekitar Rp 100 juta,” katanya.