Kamis, 11 Juni 2026

Gempa Cianjur

Percepat Penanganan Bencana Gempa, BNPB Dorong Bantuan Ke Cianjur Lewat Tim Reaksi Cepat

BNPB turunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan bantuan logistik ke lokasi terdampak bencana gempa Cianjur

Tayang:
istimewa
Untuk mempercepat penanganan darurat pasca gempa M5,6 yang terjadi Senin (21/11) siang di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. BNPB turunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan bantuan logistik ke lokasi terdampak. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka mempercepat penanganan darurat pasca gempa M5,6 yang terjadi Senin (21/11) siang di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. BNPB turunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan bantuan logistik ke lokasi terdampak.

BNPB malam ini mendorong tenda pengungsi sebanyak 47 tenda untuk mendukung kebutuhan darurat warga terdampak.

Selain itu sudah disiapkan bantuan logsitik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp 500 juta.

Saat ini sebagian masyarakat mendirikan tenda di halaman rumah masing-masing.

Baca juga: Gempa Bumi, Sejumlah Perjalanan Kereta Api Sempat Terhenti, Pastikan Jalur Aman

BNPB mengimbau kepada masyarakat jika kondisi rumahnya terdampak gempa, dapat mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, rumah warga yang alami kerusakan berat, sedang maupun ringan akan diberikan bantuan dari pemerintah.

Kondisi bangunan yang roboh di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat akibat gempa bumi, Senin (21/11/2022)
Kondisi bangunan yang roboh di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat akibat gempa bumi, Senin (21/11/2022) (TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH)

“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” ungkap Suharyanto saat memberikan keterangan persi di Jakarta pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Ranjang Bergoyang di Garut Gara-gara Gempa Bumi 5,3 SM, Awalnya Dikira Ada Tikus di Atap

Suharyanto berharap, upaya yang dilakukan dalam penanganan bencana perlu adanya keterlibatan seluruh pemangku kebijakan, sehingga penanganan bencana berjalan baik.

“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terajdinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Suharyanto.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved