Doa
Bacaan Doa Shalat Dhuha dan Tata Cara Shalat Dhuha
Shalat Dhuha merupakan shalat Sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW, kepada Umat Islam.
Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID - Shalat Dhuha merupakan shalat Sunnah yang dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW, kepada Umat Islam.
Sebagaimana tercantum pada hadist yang menyebutkan, Rasulullah SAW bersabda :
“shalat Dhuha itu sholat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).
Pengerjaan waktu shalat dhuha dilaksanakan pada pagi hari, setelah matahari terbit menjelang shalat dzuhur, adapun jumlah pengerjaannya dilakukan minimal 2 rakaat, namun bisa dikerjakan lebih dari itu.
Berdasarkan hadits dari Ummu Hani menyebutkan, Rasulullah SAW bersbda:
أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عامَ الفتحِ صلَّى ثمانَ ركعاتٍ سُبحةَ الضُّحى
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di tahun terjadinya Fathu Makkah beliau shalat delapan rakaat shalat dhuha.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat Sunnah tidak dianjurkan, tetapi bagi yang menjalankannya Allah akan mengampuni dosa hungga mendapat pahala yang sangat besar.
Berdasarkan hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menjaga shalat dhuha, maka dosanya akan diampuni, walau sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidji, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Berikut Bacaan Shalat Dhuha dan Tata Cara Pelaksanaannya:
Bacaan Niat Sholat Dhuha
أصلي سنة الضحى ركعتين لله تعالى الله أكبر
Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahu akbar.
Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
Tata Cara Shalat
1. Niat
2. Takbirotul Ihram
3. Membaca Doa Iftitah
4. Membaca Surah Al-Fatihah
5. Membaca Surah Ad-Dhuha
6. Ruku’
7. I’tidal
8. Sujud
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
12. Membaca Surah Al-Fatihah
13. Membaca Surah As-Syams
14. Ruku’
15. I’tidal
16. Sujud
17. Duduk di antara dua sujud
18. Sujud terakhir
19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
20. Salam
21. Membaca doa sholat Dhuha
Doa Sholat Dhuha
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin
Artinya: "Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh."
Doa Sesudah Sholat Dhuha
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohimu.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan maafkan lah aku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Pengampun).”