Anak Buah Prabowo Subianto di Kuningan Keluar dari Partai Gerindra, Ternyata Ini Alasannya
Anak buah Prabowo Subianto di Kuningan berbondong-bondong keluar dari partai berlambang kepala burung garuda alias Partai Gerindra.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Anak buah Prabowo Subianto di Kuningan berbondong-bondong keluar dari partai berlambang kepala Burung Garuda alias Gerindra.
Hal itu terbukti dengan surat pernyataan pengunduran diri yang dilakukan Dewi Anggraeni Firdaus sekaligus Ketua PAC Cilimus.
Sikap politik yang dilakukan Dewi Anggraeni Firdaus itu kontan mendapat apreasiasi dan menjadi suri teladan bagi kader Gerindra lainnya di daerah Pilihan II yang meliput Kecamatan Kramatmulya, Jalaksana, Japara, Cigandameker, Cilimus, Pancalang, Mandirancan, dan Kecamatan Pasawahan.
Baca juga: 5 Poin Piagam Kerja Sama Gerindra-PKB, Prabowo Diteriaki Presiden oleh Kader PKB
Surat pengunduran diri Ketua PAC Gerindra Cilimus yang dilengkapi tanda tangan dan meterai berisi pernyataan sebagai berikut.
Bersama surat ini saya sampaikan bahwa terhitung mulai hari ini, Jumat 20 Oktober 2022, saya bermaksud untuk mengundurkan diri dari keanggotaan partai dan Ketua PAC Kecamatan Cilimus, Gerindra Kabupaten Kuningan.
Saya mengucapkan beribu maaf yang sebesar-besarnya bilamana selama saya menjadi anggota Partai Gerindra banyak melakukan kesalahan.
Juga saya ucapkan terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk bergabung dalam Partai Gerindra sehingga banyak ilmu telah saya dapatkan.
Harapan saya, semoga Partai Gerindra semakin besar dan menjadi partai pemenang di Pemilu 2024 dan seterusnya.
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.
Saat ditemui di tempat tinggalnya di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Dewi Anggraeni Firdaus membenarkan bahwa tindakan pengunduran diri itu dilakukan karena ketidaknyamanan selama menjadi kader Gerindra.
"Ya, saya sudah tidak nyaman saja di Gerindra," katanya.
Menyinggung soal pengurus Gerindra di tingkat ranting atau tiap desa di Kecamatan Cilimus, Dewi menjawab bahwa dari kepengurusan tingkat ranting memang lebih dari satu kader Gerindra yang keluar.
"Pengurus Gerindra di setiap ranting Kecamatan Cilimus. Memang ada saja yang keluar dan itu diketahui atas kesadaran pribadi mereka yang bersikap," katanya.
Masih di tempat sama, Jarot (51) mengaku mundur dari Gerindra itu akibat tidak nyaman dengan kepengurusan DPC Gerindra Kuningan.
"Saya keluar dari kader Gerindra di pengurusan ranting itu akibat tak nyaman saja," katanya.
Jarot mengatakan, ia senantiasa mengikuti sikap politik yang dilakukan Dewi Anggraeni Firdaus yang secara permanen keluar dari Gerindra.
"Untuk sikap politik saya, komitmen mengikuti sosok Ibu Dewi Anggraeni Firdaus yang resmi keluar dari Gerindra," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dewi-Anggraeni-Firdaus-eks-Ketua-PAC-Gerindra-Cilimus.jpg)