Kamis, 9 April 2026

Kebakaran Balaikota Bandung

Ridwan Kamil Prihatin Bapelitbang Bandung Kebakaran, Ada Bagian yang Ia Desain

Ridwan Kamil mengatakan sempat mendesain sebagian kawasan Bapelitbang, yakni di bagian Planning Gallery.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku prihatin dengan kebakaran yang melanda Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bandung yang berada di komplek Balai Kota Bandung, Senin (7/11/2022).

Ridwan Kamil mengatakan sempat mendesain sebagian kawasan Bapelitbang, yakni di bagian Planning Gallery.

"Saya turut prihatin karena saya turut mendesain Bapelitbang itu, Bandung Planning Galery, saya enggak tahu itu kena atau tidak. Harusnya bawahnya enggak kena karena kan lantainya beton," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (7/11).

Ia mengatakan tidak bisa berkesimpulan terlalu jauh karena belum ada sebab akibatnya. 

"Yang saya tahu semua bangunan pemerintah itu sudah ada syarat dan prasyarat karena Damkar mengaudit setiap bangunan dan fungsi. Tapi penyebabnya yang akan menjadi alasan apa yang harus saya sampaikan," katanya.

Kata Saksi Mata

Petugas mengamankan arsip pada bidang arsip yang kantornya berada di bawah Gedung Bapelitbang yang terbakar, Senin (7/11/2022).
Petugas mengamankan arsip pada bidang arsip yang kantornya berada di bawah Gedung Bapelitbang yang terbakar, Senin (7/11/2022). (muhamad nandri prilatama/tribun jabar)

Kebakaran hebat yang melanda Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Senin (7/11/2022), menyisakan satu cerita.

Cerita itu datang dari seorang satuan pengamanan (satpam) Balai Kota Bandung yang pertama kali mencoba memadamkan api di bagian atas Gedung Bappelitbang.

Satpam Balai Kota Bandung itu bernama Jajang Widianto.

Dia menceritakan mendapat laporan dan bersama rekan lainnya mendatangi lokasi kebakaran sampai melihat ada asap yang keluar dari atap.

"Saya berinisiatif bersama rekan saya untuk langsung mengambil APAR di pos dan lari ke lokasi serta naik ke atas. APAR satu per satu dilempar ke atas karena kalau sambil naik agak susah enggak ada jalan. Di atas memang sudah ada api namun masih kecil," katanya.

Jajang pun mengaku mencoba berjalan di atap hingga ujung api tampak membesar dan langsung menyemprotkan APAR.

"Tapi, tiba-tiba di atas keluar lagi api di titik berbeda. Saya lari lagi (pas di atas) meski agak susah sampai kaki saya jeblos dan terperosok. Sedangkan di bawah api sudah besar sampai tak mampu (dipadamkan) oleh APAR dan harus pakai pemadam," ujarnya.

Jajang pun menyebutkan evakuasi pegawai Bappelitbang Bandung yang berada di ruangan dibantu oleh rekan-rekan petugas keamanan lainnya lantaran api sudah terlanjur membesar.

"Ketika naik itu saya belum melihat ada api. Tapi, saat sudah di atas barulah terlihat. Saya turunnya pun meloncat dari gedung Bappelitbang ke gedung sebelah (Bagum) dibantu rekan lainnya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved