Persib Bandung
HARI INI Sewindu yang Lalu Persib Bandung Juara, Bobotoh Merinding: Tahun Ieu Juara Deui, Sib!
Sewindu sudah Persib Bandung menjadi juara di Indonesia Super Leage (ISL), begini reaksi bobotoh.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
Ketiga laga itu, sebut Iriawan, dilakukan sebagai uji coba dari sejumah opsi format pertandingan yang mereka persiapkan, yakni bubble to bubble, tanpa penonton, dan perubahan format kompetisi.
Namun, terkait opsi-opsi itu, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, mengaku sama sekali tak sepakat, terutama untuk opsi pertama dan kedua.
Menurut Umuh, pertandingan yang menggunakan format bubble akan memutus mata pencaharian masyarakat.
"Sebaiknya tetap home-away, karena di situ akan membangkitkan ekonomi di daerah," jelas Umuh Muchtar saat ditemui di Bandung, Sabtu (5/11).
Umuh mengaku, ia juga tak setuju dengan kebijakan laga tanpa penonton.
Umuh mengatakan, semua klub, bukan saja Persib, pasti sangat mengharapkan para suporternya bisa datang ke stadion dan memberikan dukungan secara langsung.
Meski demikian, mengingat kondisinya, sejumlah pembatasan mungkin harus dilakukan.
"Tetap ada penonton, tapi mungkin dibatasi saja jumlahnya," kata Umuh.
Meski opsi-opsi bergulirnya liga sudah mulai dibahas para pemilik klub dan PT LIB, pengamat hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto atau akrab disapa Eko Maung, pesimistis bahwa liga bisa kembali bergulir dalam waktu dekat.
Menurutnya, ada banyak masalah yang harus diselesaikan PSSI sebelum kompetisi bisa kembali diizinkan.
Bukan saja soal pembenahan infrastruktur dan regulasi, tapi juga sumber daya manusia (SDM)-nya.
"Artinya, SDM-nya harus kompeten. SDM yang enggak kompeten, yang enggak ngerti bola harus diganti," ujarnya, Jumat lalu.
Selain pembenahan kualitas tersebut, PSSI juga harus melakukan sosialisasi dan mengkoordinasikan seluruh pihak terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan sepakbola.
"Jika hal-hal fundamental itu belum dilakukan, maka belum ada perubahan yang signifikan dilakukan PSSI setelah ada kejadian kemarin (Kanjuruhan), jadi saya yakin Liga Indonesia belum akan bisa digelar dalam waktu dekat, apalagi bulan ini," ujarnya.
Meski begitu Eko pun berharap, segera ada kepastian kapan kompetisi bisa kembali dimulai. Meski jangan dipaksakan juga apabila seluruh aspek yang harus dibenahi ternyata belum memadai.
"Tapi, kepastian (kelanjutan Liga) mah harus ada, karena kaitan bukan hanya dengan pemain dan pelatih, tapi juga nasib dari sponsor atau investor, dan semua pihak yang menanti kepastian ini. Cuma, sekali lagi, kepastian ini jangan dipaksakan, karena nanti malah jadi kontra produktif," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sewindu-Persib-juara.jpg)