Sabtu, 2 Mei 2026

Mantan Pengikut Negara Islam Indonesia dan Darul Islam di Garut Berkumpul di Kantor MUI, Ada Apa?

Mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII) dan mantan Darul Islam (DI) di Garut menggelar pertemuan di Aula Kantor MUI Garut.

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Mantan pengikut Negara Islam Indonesia dan Darul Islam mendapat pembinaan berkala soal ideologi dan pemberdayaan ekonomi di Aula Kantor MUI Garut, Sabtu (5/11/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII) dan mantan Darul Islam (DI) di Garut menggelar pertemuan di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, Sabtu (5/11/2022).

Pertemuan para mantan pengikut organisasi terlarang itu untuk mendapat pembinaan berkala dari MUI Garut.

"Pertemuan ini untuk pembinaan terhadap para eks DI dan NII di Garut yang sudah berikrar setia kembali kepada NKRI," ujar Ketua MUI Garut, Sirodjul Munir, saat diwawancarai Tribunjabar.id.

Pembinaan tersebut, menurutnya, penting dilakukan secara berkala untuk memperkuat ideologi bangsa agar mereka tidak terpengaruh untuk kembali bergabung dengan organisasi terlarang.

Para mantan pengikut NII dan DI itu juga diberdayakan dengan kegiatan ekonomi agar mampu mandiri secara finansial.

Baca juga: Suami Siti Elina Juga Jadi Tersangka, Dia Pencari Dana untuk NII

"Saat ini ada lebih dari 300 orang di Garut yang berikrar secara terbuka kembali setia kepada NKRI dan seribu orang yang berikrar secara sembunyi-sembunyi," ucapnya.

Seribuan orang yang berikrar kembali setia pada NKRI secara sembunyi, menurutnya, beralasan takut mendapat teror dari para pemimpin NII.

Sirodjul Munir menjelaskan di Garut khususnya di wilayah selatan masih banyak pengikut NII dan DI, jumlahnya 20 ribu.

"Itu tercatat di lembaga mereka," ucapnya.

Faktor tingginya jumlah pengikut NII dan DI di Garut lantaran mereka diiming-imingi dua pencapaian, yakni masuk surga dan mendapat jabatan tertinggi dalam hidupnya.

Selain itu, ucap Munir, faktor pemahaman agama yang kurang menjadi alasan paling tinggi yang bisa memengaruhi mereka.

Baca juga: Ratusan Barang Bukti Kejahatan Dimusnahkan di Kejaksaan Negeri Garut, Bendera NII Ikut Dibakar

"Ada juga dari kalangan menengah dari mereka, jika berhasil mendirikan negara Islam di Indonesia maka akan mendapat takhta tertinggi, jabatan tertinggi," ucapnya.

Di Garut, MUI bersama pemerintah dan penegak hukum terus berupaya menghalau gerakan dan organisasi terlarang dengan disiapkan beberapa aturan terkait paham radikalisme.

AS (47), mantan pengikut NII di Garut mengaku lega bisa kembali ke pangkuan NKRI setelah sebelumnya berhasil dicuci otak oleh paham radikalisme.

"Saya sudah bertaubat. De depan ingin melanjutkan lagi hidup dan jadi orang yang mengajak kepada kebaikan," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved