Selasa, 28 April 2026

Kerajinan Bambu di Selaawi Garut Mulai Masuk Dunia Digital, Sudah Dilirik Konsumen dari Singapura

Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut dikenal dengan kerajinan bambunya yang memiliki kualitas terbaik.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Camat Selaawi, Fahmi Fauzi, dan Sekretaris Camat Selaawi, Indra Graha, saat memperlihatkan berbagai kerajinan bambu di Selaawi Bamboo Creative Centre (SBCC), Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (31/10/2022). 

Laporan Kontributor Trbunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut dikenal dengan kerajinan bambunya yang memiliki kualitas terbaik.

Bahkan produk yang dihasilkan dari bambu Selaawi itu sudah mulai dilirik negara lain seperti Australia, Malaysia, dan Singapura.

Camat Selaawi, Fahmi Fauzi, mengatakan, saat ini menurut data BPS, ada 22 ribu perajin bambu di Kecamatan Selaawi.

Mereka memproduksi kerajinan berupa sangkar burung, penutup lampu, dan jenis kerajinan lainnya setiap hari.

"Penghasilan mereka dari hitungan kasar yang kami lakukan itu sebanyak Rp 20 miliar hingga Rp 22 miliar per tahun," ujar Fahmi saat diwawancarai Tribunjabar.id, Senin (31/10/2022).

Dia menuturkan bambu yang dihasilkan dari Kecamatan Selaawi merupakan bambu terbaik.

Hal tersebut didukung oleh kondisi geografis, yakni berada 600 meter di atas permukaan air laut.

Baca juga: Pekerjaan Penganiaya ART Garut di Bandung Disebut Admin Judi Online, Polisi Akan Usut

Ditambah bambu tersebut diolah melalui beberapa tahapan sehingga menjadikannya kokoh dan kuat.

"Unsur kadar air dan sebagainya sangat menunjang ketahanan dan kualitasnya, apalagi ada tahapan lainnya seperti direndam," ungkapnya.

Fahmi menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan pasar digital untuk lebih memudahkan konsumen.

Pihaknya bekerja sama dengan Universitas Telkom untuk pengembangan aktivitas digital itu.

"Website Kecamatan Selaawi nanti akan muncul market place, UMKM ditawarkan di sana, khusunya kerajinan bambu," ucapnya.

Di website tersebut, konsumen akan langsung dihubungkan dengan para perajin bambu untuk bertransaksi.

Menurutnya perajin bambu di Selaawi sudah siap menyongsong era digital yang setiap hari perkembangannya semakin pesat.

Baca juga: Bukan Cuma Disiksa dan Disekap, Gaji Rohimah ART Asal Garut Juga Tak Dibayar Majikan Jahat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved